Setelah Prosesi Mina, Jemaah Haji Disarankan Memulihkan Fisik Sebelum Melakukan Thawaf Ifadhah, Sa’i dan Wada

by -33 Views

Rabu, 19 Juni 2024 – 02:33 WIB

VIVA Nasional – Jemaah Haji Indonesia yang mengambil nafar awal mulai bertahap kembali ke hotel hari ini. Usai tiga hari bermalam (mabit) di Mina serta menyelesaikan tahapan lontar jumrah, para jemaah akan kembali ke Mekah guna melakukan thawaf ifadhah, sa’i, dan thawaf wada.

Baca Juga :

Mantan TKI Arab Saudi Bongkar Modus Penipuan Baru di Depan Kabah

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah, Khalilurrahman meminta jemaah haji untuk dapat memulihkan fisiknya terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah-ibadah tersebut. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

“Alhamdulillah tahapan mabit di Mina sudah dapat diselesaikan. Jemaah yang mengambil nafar awal sudah kembali ke Mekah hari ini. Kami mengimbau, agar setibanya di Mekah, jemaah istirahat dulu di hotel masing-masing,” kata Khalilurrahman di Mekah, Selasa 18 Juni 2024.

Baca Juga :

Ibunda Dirawat di Rumah Sakit, Aldi Taher Minta Ini ke Raffi Ahmad

“Pulihkan kondisi fisik dulu, tidur yang cukup dulu. Jangan langsung menuju Masjidil Haram untuk Ifadhah,” lanjutnya.

Baca Juga :

138 Jemaah dari Indonesia Meninggal Dunia Saat Tunaikan Ibadah Haji

Ia juga mengimbau jemaah tidak melakukan aktifitas yang menguras tenaga, seperti ziarah atau umrah sunah berulangkali.

“Jaga kondisi dan jangan memaksakan fisiknya. Kita ingin semua jemaah dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat wal afiat,” ujar Khalilurrahman.

Khalil, begitu ia biasa disapa, juga mengingatkan jemaah haji kloter awal gelombang pertama yang akan segera kembali ke tanah air untuk dapat mencermati rencana jadwal kepulangan dan menuntaskan pelaksanaan thawaf ifadhah dan sa’i sebelum pulang.

Begitu pula bagi jemaah kloter awal gelombang kedua yang harus segera bergerak ke Madinah.

“Perhatikan jadwal kepulangan ke Tanah Air atau jadwal keberangkatan ke Madinah. Pastikan thawaf ifadhah dan sa’i nya sudah tuntas sebelum meninggalkan Mekah,” pesan Khalil.

Sementara, bagi jemaah haji lansia, sakit, lemah dan risti, serta jemaah wanita yang sedang haidh, menurut Khalil, gugur kewajiban thawaf wada’-nya dan tidak dikenakan dam.

“Jemaah haji yang sehat dan tidak ada halangan/uzur, melaksanakan thawaf wada’ paling lambat 12 jam sebelum rencana jadwal pulang,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Khalil, begitu ia biasa disapa, juga mengingatkan jemaah haji kloter awal gelombang pertama yang akan segera kembali ke tanah air untuk dapat mencermati rencana jadwal kepulangan dan menuntaskan pelaksanaan thawaf ifadhah dan sa’i sebelum pulang.

Halaman Selanjutnya