BMKG meminta masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem hingga satu minggu ke depan

by -78 Views

Kamis, 14 Maret 2024 – 18:50 WIB

Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa cuaca ekstrem di Indonesia berpotensi berlangsung hingga pekan depan.

Menurut Dwikora, hal ini disebabkan oleh adanya 3 bibit siklon tropis yang berada di Samudra Hindia. “Saat ini kami melihat bahwa ada 3 bibit siklon tersebut di Samudra Hindia yang berpotensi menyebabkan gelombang tinggi, hujan lebat, atau cuaca ekstrem,” kata Dwikorita di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2023.

Dwikorita menjelaskan bahwa cuaca ekstrem hampir merata di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu memperhatikan informasi dari BMKG mengenai cuaca.

“Pulau Jawa hampir seluruhnya terdampak, demikian juga dengan wilayah Indonesia lainnya. Meskipun mendekati musim kemarau, namun saat ini terjadi peningkatan curah hujan di sore hari,” ujar Dwikorita.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa meskipun potensi cuaca ekstrem terjadi di seluruh wilayah Indonesia, namun wilayah yang berada dalam posisi siaga atau darurat cuaca ekstrem dalam seminggu ke depan adalah NTT, NTB, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Oleh karena itu, masyarakat di daerah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

Menurut penjelasan BMKG di media sosial Instagram BMKG (@infobmkg), bibit siklon tropis 91S terpantau di Samudra Hindia bagian Tenggara, selatan Jawa. Kecepatan angin maksimum 25-35 knots dan tekanan udara minimum 997 hPa bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia. Potensi bibit siklon 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori Sedang-Tinggi.

Sementara itu, bibit siklon tropis 94S terpantau di Laut Timor bagian selatan, tenggara Nusa Tenggara Timur (NTT). Kecepatan angin maksimum 15-20 knots dan tekanan udara minimum 1.000 hPa bergerak ke arah timur. Potensi bibit siklon 94S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah.

Selain itu, bibit siklon tropis 93P masih terpantau di Teluk Carpentaria, bagian timur laut Australia Utara, tenggara Papua. Kecepatan angin maksimum 15-20 knots dan tekanan udara minimum 1.004 hPa bergerak ke arah timur hingga tenggara. Potensi bibit siklon 93P untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah.

Halaman Selanjutnya