Pelaku bacok korban di Cilincing karena kesal
Pelaku pembacokan berinisial MNHD alias U menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah memenggal korban berinisial A alias Boleng di Cilincing, Jakarta Utara. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cilincing, Iptu Syaiful Hidayat mengungkapkan bahwa pelaku kesal karena korban mendatanginya dengan kasar.
Menurut keterangan dari Syaiful, pelaku sedang nongkrong bersama dua temannya ketika melihat korban melewati mereka. Pelaku kemudian menghampiri korban untuk meminta rokok sambil memanggilnya dengan sebutan “Leng, Leng”. Namun, korban tidak terima dipanggil demikian dan merasa tersinggung.
Sekitar 10 menit setelah kejadian tersebut, korban mengutarakan kekesalannya kepada pelaku melalui Whatsapp. Korban kemudian langsung mendatangi pelaku yang masih nongkrong, kemudian memukul pelaku dengan kursi rotan. Akibatnya, pelaku terpancing emosi dan mengambil celurit dari dalam rumah untuk menyabet tubuh korban hingga berdarah-darah.
Syaiful menyatakan bahwa korban dan pelaku merupakan teman yang sama-sama pengguna narkoba. Keduanya dinyatakan positif narkoba setelah dilakukan tes urine. Pelaku saat kejadian tidak mabuk minuman keras, namun ditemukan sabu dan inex di rumah mereka.
Pelaku kini terancam pasal 458 ayat 1 undang-undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian orang. Ancaman hukuman bagi pelaku adalah penjara paling lama 15 tahun.
Sebelumnya, seorang pria berinisial MNHD menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah menganiaya seorang pria alias ADN dengan menggunakan celurit hingga korban tewas. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Kalibaru Timur, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia karena kehabisan darah setelah dianiaya oleh pelaku. Korban mengalami luka terbuka pada bagian bawah perut sebelah kiri, akibat terkena benda tajam. Penganiayaan terjadi saat berlangsungnya laga Timnas Indonesia vs Bangladesh.
Saksi yang melihat korban tergeletak di bawah langsung membawa korban ke RSUD Cilincing. Namun, korban meninggal karena kehabisan darah. Korban mengalami luka terbuka pada bagian bawah perut sebelah kiri dengan panjang 3 cm dan kedalaman luka 6 cm.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini untuk mengungkap semua fakta yang terjadi. Hal ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menghindari konflik yang berujung pada tindakan kekerasan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang.
Sumber: Lihat sumber berita





