Pembalut bekas harus dicuci sebelum dibuang? Ini penjelasannya
Jakarta – Membuang pembalut bekas masih menjadi pertanyaan bagi sebagian orang. Beberapa orang terbiasa mencucinya terlebih dahulu sebelum membuangnya, sementara yang lain langsung membuangnya. Kebiasaan mencuci pembalut berkaitan dengan budaya dan mitos seputar menstruasi.
Menurut sebuah jurnal berjudul “Environmental Implications of Disposable Sanitary Napkin Washing Practice: A Study on Menstrual Hygiene Management in West Java, Indonesia”, keputusan untuk mencuci pembalut sebelum dibuang merupakan pilihan pribadi. UNICEF menyarankan untuk langsung membuang pembalut sekali pakai, karena mencucinya dapat meningkatkan risiko infeksi.
Pembalut sekali pakai terbuat dari bahan penyerap seperti kapas dan gel yang berfungsi menahan cairan menstruasi. Saat pembalut dicuci, bahan tersebut dapat rusak dan berpotensi menyebarkan bakteri ke dalam air. Oleh karena itu, jenis pembalut yang perlu dicuci setelah digunakan adalah pembalut kain karena dapat dipakai berulang kali.
Langkah membuang pembalut bekas sebaiknya dilakukan dengan mencuci tangan terlebih dahulu, melepaskan pembalut dari celana dalam, melipat atau menggulung pembalut, membungkusnya, dan memasukkan ke tempat sampah. Selain itu, penting untuk membuang pembalut sekali pakai setelah digunakan maksimal 4-6 jam.
Jadi, sebaiknya untuk memastikan kebersihan dan mencegah risiko infeksi, lebih baik membuang pembalut bekas secara langsung tanpa mencucinya terlebih dahulu. Lakukan langkah-langkah yang benar dalam membuang pembalut bekas dan perhatikan waktu maksimal penggunaannya untuk menjaga kesehatan area intim Anda.
Sebagai penutup, selalu ingat untuk mencuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah membuang pembalut bekas. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda dan membantu menjaga kesehatan reproduksi Anda selama menstruasi.
Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Sumber: Lihat sumber berita





