Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia. Tanggal tersebut tidak terlepas dari peristiwa politik dan kekerasan yang terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 1965, yang mencakup penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat.
Peristiwa tragis ini melibatkan enam jenderal TNI Angkatan Darat dan seorang perwira pertama, Pierre Andreas Tendean, yang menjadi korban. Mereka dikenal sebagai Pahlawan Revolusi dan jenazah mereka ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Lokasi ini kemudian menjadi bagian penting dari Monumen Pancasila Sakti yang menjadi tempat peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat nasional.
Hari Kesaktian Pancasila bukanlah Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. Hari Lahir Pancasila berkaitan dengan pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 tentang dasar negara, sedangkan peringatan 1 Oktober berkaitan dengan peristiwa dramatis yang terjadi pada 1965 dan sejarah penetapan tanggal tersebut sebagai hari peringatan nasional.
Sejarah penetapan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila dimulai sebelum Keputusan Presiden. Pada 17 September 1966, Menteri/Panglima Angkatan Darat mengeluarkan keputusan awal untuk peringatan tersebut. Setahun kemudian, Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 resmi ditetapkan agar peringatan tersebut dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara khidmat dan tertib.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat nasional rutin dilaksanakan di kompleks Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kompleks ini menjadi cagar budaya tingkat nasional yang membawa makna penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober bukan hanya sekadar mengenang peristiwa tragis 1965, tetapi juga sebagai momentum untuk memahami dan menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Pemerintah terus mendorong agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, solidaritas sosial, dan persatuan bangsa.
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila menandai perjalanan berliku negara ini menuju persatuan, toleransi, dan kedamaian. Peringatan ini juga menjadi ajang untuk mengenang para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan dan keutuhan negara. Dengan begitu, Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting dalam mengenang sejarah dan memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Sumber:
– ANTARA. 2026. “Sejarah Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati 1 Oktober.” ANTARA.
Sumber: Lihat sumber berita





