UMJ Luncurkan I-CHIP: Kontribusi untuk Kedaulatan Kesehatan
Jakarta — Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memperkenalkan Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP) melalui acara Grand Launching dan Seminar Internasional pada Selasa, 15 September 2026.
Pusat studi ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional yang melihat kompleksitas tantangan kesehatan di Indonesia dan mengakui pentingnya kebijakan berbasis bukti, kolaborasi lintas disiplin, serta upaya memperkuat kedaulatan kesehatan nasional. Grand Launching dan Seminar Internasional ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala BRIN Arif Satria, serta Din Syamsuddin.
Kehadiran para tokoh tersebut memberikan penegasan akan urgensi kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan masyarakat dalam membentuk masa depan kebijakan kesehatan Indonesia. Rektor UMJ Ma’mun Murod, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Kristen dari Johns Hopkins University, Prof. Abd. Razak Thaha, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, serta perwakilan pemangku kepentingan sektor kesehatan juga turut hadir dalam acara tersebut.
Forum Grand Launching dan Seminar Internasional ini juga memperkuat posisi I-CHIP sebagai wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, penyelenggara jaminan kesehatan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Perhatian khusus diberikan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada isu kesehatan mental generasi muda, yang semakin penting di dunia pendidikan dewasa ini.
Ia menekankan bahwa kesehatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan yang menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan. I-CHIP diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam menyediakan analisis dan solusi terhadap masalah kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ekosistem di mana anak-anak tumbuh dan berkembang secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya pemanfaatan data dan bukti ilmiah sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan kesehatan. Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil akan lebih terukur dan efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kontribusi I-CHIP diharapkan dapat menjadi pemangku kepentingan yang dapat memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kedaulatan kesehatan nasional.
Dengan berbagai tokoh nasional dan internasional serta pemangku kepentingan yang terlibat, diharapkan I-CHIP dapat menjadi pusat riset dan studi kesehatan yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga dengan berbagai upaya kolaboratif ini, masa depan kesehatan Indonesia akan semakin baik dan terjamin.
Sumber: Lihat sumber berita





