Evaluasi Menyeluruh Kasus 352 Siswa Keracunan MBG: Panggilan pada BGN dan Prioritas Kesehatan Anak
Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, anggota DPR RI Dapil NTB II, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kejadian keracunan yang menimpa 352 siswa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat 11/09/2026 setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Sari, kejadian itu harus dianggap serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa.
Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang ditujukan untuk anak-anak. Oleh karena itu, aspek keamanan, kualitas makanan, dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya. “Saya prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh,” ujar Sari Yuliati.
Menurut Sari, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan. Selain itu, perlu memastikan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan SOP dengan disiplin. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, Sari menegaskan perlunya memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan.
“Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar. Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain,” tegas Sari.
DPR RI juga akan terus mengawasi pelaksanaan MBG, termasuk kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah. “DPR akan proaktif mengawasi kinerja BGN dan SPPG melalui instrumen pengawasan yang dimiliki DPR. Kita juga akan mendorong pengawasan di daerah agar pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai standar,” ujar Sari.
Sari menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya dinilai dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas dan keamanan makanan yang diberikan. “Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” pungkas Sari.
Sumber: Lihat sumber berita





