Mata minus dan silinder, dua kelainan penglihatan yang sering membingungkan banyak orang. Meskipun gejalanya bisa mirip, sebenarnya keduanya merupakan kondisi refraksi yang berbeda.
Mata minus atau miopia membuat sulit melihat objek yang jauh, sementara mata silinder atau astigmatisme menyebabkan penglihatan buram atau terdistorsi pada berbagai jarak. Coba kita bahas perbedaan kedua kelainan ini.
Mata minus terjadi ketika cahaya tidak fokus pada retina, sehingga objek jauh terlihat buram. Gejala umumnya sulit membaca tulisan dari jarak jauh dan mudah lelah saat melihat layar atau tulisan di papan kelas.
Sementara mata silinder terjadi karena kornea atau lensa mata memiliki bentuk tidak sama pada semua arah. Hal ini membuat penglihatan terdistorsi atau buram, disertai gejala mata tegang, sakit kepala, dan kesulitan melihat pada kondisi tertentu seperti malam hari.
Walaupun kedua kelainan ini bisa terjadi bersamaan, penting untuk melakukan pemeriksaan mata guna mengetahui kondisi sebenarnya. Dokter mata akan menentukan jenis koreksi yang dibutuhkan, baik dengan kacamata, lensa kontak, atau prosedur operasi refraktif, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Jadi, jika kamu mulai merasa penglihatan kabur atau ada keluhan lain terkait penglihatan, segera lakukan pemeriksaan mata untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Ingatlah untuk tidak menggunakan kacamata orang lain tanpa pemeriksaan, karena setiap orang memiliki kebutuhan koreksi yang berbeda.
Sumber: Lihat sumber berita





