Jakarta – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengancam akan memberikan tanggapan tegas terhadap setiap agresi yang dilakukan terhadap negaranya. Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan di Pulau Larak, Iran, pekan lalu.
Dalam komentarnya, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang, namun juga tidak akan tinggal diam jika diserang oleh pihak manapun. Ia menegaskan bahwa Teheran siap membalas dengan tegas setiap serangan lebih lanjut yang dilakukan terhadap Iran.
Serangan yang dilakukan AS di Pulau Larak, menurut laporan oleh Axios, menargetkan sistem peluncur rudal yang diduga disiapkan untuk meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas atau terluka dalam serangan tersebut.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim bahwa serangan mereka bertujuan untuk mencegah pasukan Iran menyebar ranjau di Selat Hormuz demi melindungi pelayaran komersial dan kelancaran arus perdagangan di daerah tersebut.
Seorang pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa AS diduga menyerang peluncur rudal Iran di Pulau Larak. Sementara itu, Iran melaporkan bahwa mereka telah meluncurkan rudal ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz serta pangkalan militer AS di Asia Barat sebagai tanggapan atas serangan AS.
Kondisi semakin memanas ketika Putra sulung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, dievakuasi kembali ke Israel setelah kabar ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh Iran.
Ancaman dan serangan antara Iran dan AS memiliki potensi untuk memperuncing ketegangan di kawasan, namun Iran tetap menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan perang. Semua pihak diimbau untuk berhati-hati dan mencari solusi yang damai demi menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut.
Sumber: Lihat sumber berita





