Jakarta – Kerusuhan yang terjadi di kawasan Slipi, Jakarta Barat, pada akhir pekan lalu, kembali menimbulkan kerusakan di beberapa fasilitas publik. Massa aksi dilaporkan membakar dua sepeda motor dan juga menyasar Pos Polisi di kawasan Pejompongan.
Belum diketahui siapa pemilik dua sepeda motor yang dibakar oleh massa tersebut. Selain itu, Pos Polisi Pejompongan juga mengalami rusak pada bangunan dan sejumlah fasilitas di dalamnya.
Kepala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Polisi Sudarmo, menjelaskan bahwa Pos Polisi Lalu Lintas Slipi menjadi salah satu fasilitas yang dirusak massa. Kerusakan tersebut meliputi bangunan serta berbagai fasilitas di dalamnya.
“Sementara bangunan saja yang dirusak. Kebetulan pos tetap, tapi untuk sarana di dalam ada AC, ada kaca dan lain sebagainya. Itu saja yang dirusak,” ujarnya.
Menurut Sudarmo, kerusakan ini bukanlah kali pertama terjadi. Pos yang sama sebelumnya juga menjadi sasaran perusakan saat kerusuhan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi keamanan di kawasan Slipi masih memerlukan perhatian khusus dari aparat kepolisian.
Untuk mengantisipasi potensi kerawanan lanjutan, kepolisian telah menempatkan tambahan personel dari Ditlantas Polda Metro Jaya di kawasan Slipi. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Dengan adanya peristiwa kerusuhan yang kembali terjadi, diharapkan agar semua pihak dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan dan mencegah terjadinya kerusakan fasilitas publik. Upaya kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian diharapkan dapat menciptakan keadaan yang aman dan tenteram bagi seluruh warga Jakarta.
Sumber: Lihat sumber berita





