Orang Indonesia Sering Basa-Basi, Apa Alasannya?
Jakarta – Bertemu tetangga di depan rumah, bertemu teman lama di jalan, atau sekadar berpapasan dengan rekan kerja. Bagi sebagian orang Indonesia, momen seperti ini rasanya kurang lengkap kalau tidak dibuka dengan pertanyaan sederhana seperti, “Mau ke mana?”, “Sudah makan?”, atau “Apa kabar?”
Pertanyaan tersebut terkadang tidak benar-benar membutuhkan jawaban panjang. Bahkan, orang yang bertanya mungkin sudah bisa menebak jawabannya. Namun, basa-basi seperti itu tetap menjadi bagian yang cukup akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Stilistika Universitas Muhammadiyah Surabaya pada 2026, basa-basi dalam sapaan merupakan bagian dari komunikasi santun masyarakat Indonesia. Salah satu fungsinya adalah menjaga keakraban dan keharmonisan dalam hubungan sosial.
Basa-basi sering dianggap sebagai percakapan ringan atau small talk yang tidak memiliki tujuan penting. Namun, dalam komunikasi, basa-basi bisa memiliki fungsi sosial yang cukup besar. Ketika seseorang bertanya “sudah makan?” kepada orang lain, tujuan utamanya belum tentu untuk mengetahui menu makan siang orang tersebut. Pertanyaan itu bisa menjadi cara sederhana untuk menunjukkan perhatian sekaligus membuka percakapan.
Hal serupa juga terlihat dalam berbagai ungkapan sehari-hari. Misalnya, bertanya soal perjalanan kepada tamu, menanyakan kabar teman yang lama tidak bertemu, atau mengomentari cuaca sebelum masuk ke pembicaraan utama. Basa-basi juga bisa menjadi semacam “pembuka pintu” dalam interaksi sosial.
Dalam masyarakat yang cukup memperhatikan tata krama, cara menyampaikan sesuatu sering kali dianggap sama pentingnya dengan isi pembicaraan. Basa-basi dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa seseorang menghargai lawan bicaranya. Sapaan, pertanyaan tentang kabar, ucapan selamat, hingga ajakan sederhana dapat menjadi bagian dari komunikasi yang menjaga kesopanan.
Tidak semua hubungan sosial harus dipelihara melalui percakapan panjang. Kadang, sapaan singkat ketika bertemu di jalan sudah cukup untuk menunjukkan bahwa hubungan tersebut masih terjaga. Interaksi kecil semacam itu bisa memperkuat rasa kedekatan dan membuat seseorang merasa masih dianggap sebagai bagian dari lingkungan sosialnya.
Indonesia memiliki masyarakat yang sangat beragam, sehingga bentuk basa-basi tentu berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Cara menyapa orang yang lebih tua, teman sebaya, tetangga, atau orang yang baru dikenal juga bisa berbeda sesuai konteks.
Jadi, basa-basi mungkin terlihat seperti percakapan kecil, namun memiliki fungsi sosial yang cukup besar: mencairkan suasana, menunjukkan kesopanan, membangun kedekatan, dan menjaga hubungan antarmanusia.
Sumber: ANTARA, 2026
Kunjungi bbcindonesia.info untuk artikel lainnya.
Sumber: Lihat sumber berita





