Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini, Minggu (23/8). Dalam peringatan tersebut, Sumatra Utara dan Sumatra Barat masuk dalam kategori Siaga dengan potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Selain itu, Aceh, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah juga diingatkan untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat. Meskipun demikian, perkiraan BMKG menunjukkan bahwa tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari ini.
Wilayah-wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang antara lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara.
Untuk periode dasarian II Agustus hingga dasarian I September 2026, BMKG memperkirakan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori rendah hingga menengah. Diperkirakan bahwa curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian, akan dominan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Hal ini dipengaruhi oleh adanya El Niño yang saat ini berada pada intensitas sangat kuat serta Indeks Dipole Mode India positif. Fenomena ini cenderung mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia dan menjaga kondisi atmosfer relatif kering.
Meski begitu, dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mempengaruhi pembentukan awan hujan di beberapa wilayah. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif di sebagian besar Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian utara dan barat. Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi akan berpengaruh pada sebagian wilayah Indonesia.
Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah yang didukung oleh konvergensi angin, kelembaban, dan labilitas atmosfer lokal. BMKG terus memantau perkembangan cuaca di seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat.
Sumber: Lihat sumber berita





