Paus Leo XIV Turut Merasakan Duka Gempa NTT
Sabtu, 22 Agustus 2026 – 14:39 WIB
Paus Leo XIV Ungkap Dukanya atas Gempa NTT
Gempa bumi magnitude 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu, 15 Agustus 2026, mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk petinggi Vatikan yang juga pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV. Belakangan ini, Paus Leo menyampaikan pernyataan dukanya terkait bencana tersebut yang telah menimbulkan kerusakan signifikan dan korban jiwa.
Dalam sebuah telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Paus menegaskan solidaritas dan kedekatan spiritualnya kepada para korban yang terus menderita akibat gempa tersebut, terutama kepada mereka yang terpaksa mengungsi dan mengalami luka-luka.
Sebagaimana dilaporkan oleh Vatican News pada Sabtu 22 Agustus 2026, Paus Leo juga memberikan dukungan penuh kepada Gereja dan pihak otoritas sipil yang terus berupaya memberikan bantuan kemanusiaan, serta berdoa untuk keselamatan para petugas tanggap darurat yang berjuang dalam proses pemulihan bencana di NTT.
Doa dan Dukungan Penuh dari Paus Leo XIV
Paus juga menjelaskan doa-doa khususnya untuk para korban yang meninggal dunia, semoga diterima di sisi Allah Yang Maha Kuasa. Selain itu, beliau juga merayu kepada Tuhan agar memberikan penghiburan dan kekuatan kepada seluruh individu yang terdampak langsung oleh kejadian tragis tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 83 orang. Sementara korban luka-luka kini berjumlah 986 orang, dengan lebih dari 110.000 jiwa menjadi pengungsi akibat bencana ini.
Peristiwa gempa NTT ini juga menimbulkan kerusakan besar terhadap rumah penduduk, dengan total 17.176 unit rumah rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit lainnya mengalami kerusakan ringan.
Solidaritas dan Doa Bersama untuk NTT
Dukungan serta doa dari Paus Leo XIV menjadi satu bentuk solidaritas dan kepedulian global terhadap korban bencana di NTT. Semoga dengan adanya bantuan serta upaya kolaboratif dari berbagai pihak, proses pemulihan di NTT dapat berjalan lebih lancar dan membawa harapan baru bagi masyarakat yang terdampak.





