Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah China mendesak Indonesia untuk memberikan dukungan kuat terhadap Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang baru saja dibentuk. Langkah itu diambil Beijing di tengah persaingan sengitnya dengan Washington dalam memperebutkan pengaruh atas masa depan teknologi dan tata kelola global untuk Kecerdasan Buatan alias AI. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, di Jakarta.
Orientasi Kerjasama dan Dukungan China
Menlu Wang Yi menyatakan bahwa kedua negara perlu memperluas kerja sama yang sudah ada ke sektor-sektor berkembang seperti AI, serta bersama-sama menyukseskan WAICO. Pernyataan tersebut mencuat saat Menlu Wang Yi bersama Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun tengah berada di Indonesia untuk menghadiri rangkaian dialog diplomatik dan keamanan tingkat tinggi. Wang Yi dan Sugiono menggelar Pertemuan Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia yang pertama pada Jumat (21/8).
Kontribusi Indonesia dan Sikap Netral
Sebagai informasi, Indonesia merupakan satu dari 29 negara yang bulan lalu menandatangani kesepakatan di Shanghai untuk mendirikan WAICO. Seiring dengan upaya penguatan hubungan antar negara tersebut, Indonesia masih konsisten memegang prinsip politik luar negeri bebas dan aktif (non-blok). Dalam hal ini, RI berupaya menjaga dan mempererat hubungan ekonomi serta teknologi, baik dengan China maupun Amerika Serikat, tanpa harus memihak.
Dalam konteks ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak penuh untuk memilih mitra kerja sama dan model AI mereka sendiri secara mandiri, sesuai dengan kondisi nasional dan kebutuhan pembangunan masing-masing. Pernyataan Lin Jian tersebut merespons laporan mengenai rencana Pemerintah Amerika Serikat yang akan menyurati negara-negara penandatangan deklarasi peluang AI versi AS atau US AI Opportunity Statement.
“China dengan tegas menolak segala bentuk pemaksaan terhadap suatu negara untuk memihak, ataupun upaya menciptakan konfrontasi antarkelompok (blok) di bidang teknologi AI,” ujar Lin Jian. (ins)





