Kepala BGN Ungkap Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Karo
Pada Senin, 17 Agustus 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkapkan adanya dugaan insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Insiden ini disebabkan oleh kelalaian dalam proses pengolahan bahan baku ikan.
Investigasi Kelalaian Pengolahan Makanan
Investigasi sementara menunjukkan bahwa sebagian ikan tidak disimpan di dalam freezer, melainkan dibiarkan pada suhu ruangan selama lebih dari 12 jam. Sudaryono menjelaskan bahwa sekitar 200-300 ekor ikan tidak dimasukkan ke dalam freezer dan dibiarkan dalam suhu ruangan selama kurun waktu tersebut. Hal ini dianggap sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengolahan makanan.
Perintah Tindakan Tegas
Sudaryono menegaskan bahwa tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan makanan MBG karena berkaitan dengan keselamatan penerima manfaat. Beliau meminta agar semua pihak terlibat dalam proses pengolahan makanan untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan tidak ada ruang untuk kesalahan.
Pembinaan Proses Keamanan Pangan
Badan Gizi Nasional akan memperketat pelaksanaan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG yang tersebar di Indonesia. Sebanyak 27.000 kepala dapur diminta untuk memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Di sisi lain, kondisi salah satu korban yang dirawat di Rumah Sakit Haji Medan mulai menunjukkan tanda-tanda membaik setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari. Meskipun demikian, pasien masih butuh perawatan lanjutan sebelum dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa.
Kementerian Keuangan telah mengalokasikan Rp 240 triliun dari anggaran pendidikan sebesar Rp 820,9 triliun untuk program MBG dalam RAPBN 2027. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran program makan bergizi gratis dan meningkatkan keselamatan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.





