Fenomena El Nino Berpotensi Melebihi Kategori Kuat, BMKG Prediksi Hingga 2027
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak fenomena El Nino bakal melebihi level kategori kuat dan berlangsung hingga awal tahun 2027. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan prediksi ini kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas belum lama ini.
Potensi Dampak Signifikan di Indonesia
Mengutip Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, kekuatan El Nino saat ini telah melampaui ambang batas kategori kuat. Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik menunjukkan indeks Nino 3.4 di atas 1,5°C, lebih tepatnya 1,56°C. Sementara di Samudra Hindia, terlihat indeks negatif sebesar -0,38, mengindikasikan potensi timbulnya fenomena Indian Ocean Dipole.
BMKG memperkirakan puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027 dan dapat melewati batas kategori El Nino kuat. Namun, dampak El Nino di Indonesia baru dirasakan secara signifikan saat bersamaan dengan musim kemarau. BMKG juga memproyeksikan berakhirnya musim kemarau di Indonesia pada Oktober 2026.
Kondisi Laut dan Dampak yang Berbeda-Beda
Dampak El Nino di Indonesia sangat tergantung pada suhu laut di sekitar wilayah tersebut. Ardhasena menekankan bahwa setiap kejadian El Nino tidak selalu sama dari tahun ke tahun, dan dampaknya bisa bervariasi. Meskipun demikian, BMKG memperkirakan bahwa El Nino tahun ini memiliki potensi untuk melebihi kategori El Nino kuat.
Dengan demikian, perlu kewaspadaan ekstra terhadap kondisi cuaca dan iklim yang bisa berdampak luas terhadap berbagai sektor di Indonesia. Proyeksi BMKG ini memberikan gambaran penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi dan mengelola dampak dari fenomena El Nino yang berpotensi kuat hingga tahun 2027.




