Registrasi Nomor HP Biometrik: Kenyamanan bagi Pengguna Berhijab
Jakarta, CNN Indonesia — Operator seluler (opsel) kini menyediakan bilik khusus untuk registrasi nomor HP berbasis biometrik, yang dapat digunakan oleh pengguna berhijab di seluruh Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti pentingnya sistem yang inklusif dalam penerapan regulasi biometrik kartu SIM bersama opsel.
Meutya mengungkapkan kebahagiannya atas adanya bilik khusus untuk pelanggan yang menggunakan hijab atau jilbab. Hal ini diharapkan dapat memberikan privasi lebih bagi pengguna kartu SIM yang merasa tidak nyaman saat melakukan perekaman biometrik di tempat umum.
Solusi Inklusif bagi Pengguna Layanan Seluler
Menurut Meutya, perlu adanya upaya untuk memperbanyak bilik-bilik khusus seperti ini agar pengguna kartu SIM yang membutuhkan privasi dapat merasa lebih nyaman saat melakukan proses registrasi. Hal ini juga sebagai wujud inklusivitas terhadap semua golongan masyarakat, termasuk difabel.
Bilik registrasi khusus ini didesain untuk memberikan kenyamanan dan menjaga privasi pelanggan perempuan yang berhijab. Dengan adanya area aman dan privasi selama proses perekaman biometrik, diharapkan pengguna layanan seluler dapat merasa lebih tenang dan aman.
Upaya DJED Komdigi dan Operator Seluler
Sebagai pelaksana program registrasi biometrik, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Komdigi terus memastikan implementasi program registrasi kartu SIM berbasis biometrik berjalan efektif. Operator seluler diharapkan dapat menyediakan bilik registrasi khusus ini di seluruh gerainya, sebagai langkah untuk meningkatkan kenyamanan pengguna layanan.
Aturan registrasi biometrik untuk aktivasi kartu SIM di Indonesia mulai berlaku sejak 1 Juli 2026, setelah melalui proses uji coba sejak bulan Januari 2026. Dengan adanya bilik khusus ini, diharapkan proses registrasi menjadi lebih nyaman dan bersahabat bagi semua lapisan masyarakat.
Sumber: CNN Indonesia





