Karawang Menjadi Daerah Tujuan Activitas Gelandangan di Jawa Barat
Pada Minggu, 26 Juli 2026, Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengungkap fakta mengejutkan bahwa Karawang kini menjadi daerah tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari luar daerah. Hal ini terjadi karena Karawang dianggap dapat memberikan penghasilan yang lebih menjanjikan dibandingkan daerah asal para aktivis tersebut.
Karawang: Daerah Kawasan Industri dan Perlintasan
Karawang, selain dikenal sebagai daerah kawasan industri, juga merupakan salah satu daerah perlintasan. Kondisi ini menjadikan Karawang menarik bagi gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen untuk melakukan aktivitas di sana. Hasil dari aktivitas tersebut memberikan pendapatan berkisar antara Rp70.000 hingga Rp150.000 per hari bagi para aktivis tersebut.
Limpahan Pendatang Aktivis dari Berbagai Daerah
Razia yang dilakukan oleh Dinas Sosial bersama Satpol PP Karawang terhadap keberadaan gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen berhasil menemukan 52 orang yang terjaring. Dari hasil pendataan, ternyata 18 dari 52 orang tersebut berasal dari luar daerah, termasuk Jawa Barat, Lampung, dan Jawa Timur. Mereka memilih Karawang sebagai destinasi aktivitas mereka karena dianggap lebih menguntungkan secara finansial.
Pendekatan Penanganan
Penanganan terhadap masalah gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen di Karawang tidak hanya melalui penertiban semata. Diperlukan pendekatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan, dan pemulihan fungsi sosial agar para aktivis ini dapat kembali mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Agus Kurnia, Kepala Dinas Sosial Karawang, menegaskan bahwa pentingnya melibatkan masyarakat dalam melaporkan keberadaan aktivis ini untuk mendapatkan penanganan yang tepat.





