Transformasi Industri Haji dan Umrah: Dorongan Kementerian Haji Menuju Pelayanan Optimal

by -76 Views

Industri Haji dan Umrah Butuh Transformasi Berbasis Pelayanan

Jakarta, VIVA – Industri haji dan umrah di Indonesia dinilai perlu memasuki babak baru yang tidak lagi berorientasi semata pada keuntungan bisnis. Di tengah meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, transformasi penyelenggaraan ibadah didorong agar lebih mengedepankan kualitas pelayanan, integritas, serta nilai ibadah yang diterima jemaah.

Travel Beyond Profit: Konsep Baru dalam Industri Haji dan Umrah

Paradigma baru tersebut dikenal melalui konsep Travel Beyond Profit, yakni pendekatan yang menempatkan keberhasilan penyelenggara perjalanan ibadah tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kemampuan menjaga amanah, memberikan pelayanan terbaik, serta membangun kepercayaan jemaah.

Transformasi ini juga menuntut penyelenggara untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, dan akuntabel. Selain itu, digitalisasi layanan, pembinaan jemaah yang lebih komprehensif, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri haji dan umrah nasional.

Dampak Ekonomi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Di sisi lain, industri haji dan umrah juga didorong memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor, penggunaan produk lokal, hingga pengembangan kerja sama internasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Sejalan dengan arah tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk mendorong perubahan paradigma penyelenggaraan ibadah haji dan umrah melalui kolaborasi dengan pelaku usaha agar industri ini semakin profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

Komitmen Kementerian Haji dan Umrah

Kementerian Haji dan Umrah memperkenalkan semangat Travel Beyond Profit melalui pernyataan yang disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada acara Mukernas III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam arahannya, Dahnil menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan jemaah melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Ia juga menyoroti perlunya penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta pembinaan kepada jemaah melalui manasik dan edukasi berkualitas.

Dengan semangat Travel Beyond Profit, diharapkan pelaku usaha dalam industri haji dan umrah dapat membangun bisnis yang berlandaskan amanah, integritas, dan memberikan manfaat luas bagi jamaah dan masyarakat.

Sumber

Source link