Kinerja Ekspor Sepeda Motor Indonesia Menurun pada Juni 2026
Pada bulan Juni 2026, kinerja ekspor sepeda motor buatan Indonesia mengalami penurunan. Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan pengiriman motor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) hanya sebanyak 50.067 unit.
Penurunan Perbandingan Bulan Sebelumnya
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu Mei 2026 yang mencapai 54.759 unit, ekspor motor CBU mengalami penurunan sekitar 8,6 persen atau berkurang 4.692 unit. Meskipun demikian, kinerja ekspor pada Juni masih lebih baik daripada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan Jumlah Ekspor
Penurunan juga terjadi pada pengiriman motor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD). Pada Juni 2026, ekspor CKD mencapai 644.402 unit, turun dari 697.614 unit pada Mei 2026. Jumlah ini juga lebih rendah dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya yang mencapai 756.611 unit.
Ekspor komponen atau Part By Part juga menunjukkan penurunan. Jumlah komponen yang dikirim ke luar negeri pada Juni 2026 mencapai 14.932.577 unit, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Meski turun secara bulanan, ekspor komponen tetap mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya.
Peran Penting Industri Sepeda Motor Nasional
Secara keseluruhan, ekspor sepeda motor Indonesia pada semester pertama tahun 2026 masih menunjukkan angka yang cukup besar. Ekspor CBU mencapai 316.819 unit, sedangkan ekspor CKD menembus 3.863.794 unit dan pengiriman komponen mencapai 81.967.446 unit. Hal ini menegaskan bahwa industri sepeda motor nasional masih menjadi basis produksi penting untuk pasar ekspor.
Berbagai merek sepeda motor yang diproduksi di Indonesia masih menjadi pemasok kendaraan roda dua untuk sejumlah negara di berbagai wilayah, seperti Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa.





