Jepang Uji Hayabusa2: Wahana Pelindung Bumi

by -57 Views

Jepang Uji Hayabusa2: Wahana Pelindung Bumi dari Asteroid Berbahaya

Pada Minggu (5/7), wahana antariksa Jepang, Hayabusa2, melakukan flyby asteroid dekat Bumi, Torifune, sebagai misi pengujian teknologi untuk melindungi Bumi dari tumbukan batuan antariksa. Wahana seukuran kulkas ini direncanakan melintas sekitar 1 kilometer dari pusat asteroid pada kecepatan 5 kilometer per detik atau sekitar 18.000 kilometer per jam.

Manuver Berlangsung dengan Presisi

Sebagai bagian dari misi tersebut, Hayabusa2 tidak dimaksudkan menabrak Torifune. Ilmuwan ingin menilai apakah lintasan wahana bisa dikendalikan secara presisi apabila suatu saat perlu membelokkan asteroid berbahaya menjauh dari Bumi. Juru bicara JAXA memastikan manuver berlangsung dengan sukses dan wahana bekerja normal.

“Pada pukul 18.35 (0935 GMT), Hayabusa2 melakukan flyby Torifune dan wahana bekerja normal,” ujar juru bicara JAXA. Rekaman daring dari JAXA menunjukkan para ilmuwan bertepuk tangan di ruang kendali, memperlihatkan kegembiraan atas keberhasilan misi ini.

Flyby Terdekat ke Asteroid dekat Bumi

Bila dikonfirmasi bahwa wahana benar-benar melintas pada jarak sedekats itu, misi ini akan menjadi salah satu flyby terdekat ke asteroid dekat Bumi yang pernah dilakukan. Tingkat kesulitan misi tersebut dijelaskan oleh Yuya Mimasu dari JAXA sebagai sesulit menembak koin satu yen di suatu tempat di area yang membentang dari Okinawa hingga Hokkaido, dua pulau ekstrem di Jepang.

Kamera di Hayabusa2 merekam data permukaan asteroid, termasuk fitur geografis, tekstur, dan suhu. Informasi tersebut sangat vital untuk misi pertahanan planet yang menyangkut identifikasi dan pemantauan asteroid yang mendekati Bumi serta langkah-langkah pencegahan bila ada risiko tabrakan.

Misi ini merupakan tindak lanjut dari aksi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang berhasil mengubah orbit asteroid Dimorphos dengan menabrakkan wahana ke sana pada tahun 2022. Citra yang dihasilkan dari wahana antariksa sangat penting dalam mengetahui karakteristik permukaan asteroid, yang akan berpengaruh saat membelokkan asteroid dengan tumbukan.

Diluncurkan pada Desember 2014, Hayabusa2 telah menunjukkan keberhasilan dengan mendarat dan mengumpulkan material dari asteroid Ryugu sebelumnya. Misi Torifune dijadwalkan menjadi pemanis sebelum wahana ini melakukan “rendezvous” dengan asteroid lain, 1998 KY26, pada tahun 2031.

Source link