Jakarta, CNN Indonesia — Gedung Putih meminta secara khusus agar OpenAI membatasi peluncuran model terbarunya, GPT 5.6. Hal ini dilakukan karena model AI terbaru ini dianggap terlalu canggih, sehingga hanya boleh diberikan kepada segelintir mitra yang memiliki izin resmi dari pemerintah AS.
Dibatasi untuk Mitra yang Tepat
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, model AI terbaru dari OpenAI dinilai setara dengan Claude Mythos, model AI buatan Anthropic, yang pernah diblokir oleh AS. OpenAI setuju untuk membatasi peluncuran ini sebagai solusi tengah agar tetap bisa merilisnya ke publik secara bertahap, mengingat belum adanya regulasi federal yang jelas untuk pengaturan model-model AI baru.
Permintaan dari Pemerintahan Donald Trump
Permintaan ini pertama kali dilaporkan oleh The Information, yang mengutip memo internal dari CEO OpenAI, Sam Altman. Altman menyatakan bahwa pemerintah AS menyetujui akses ini secara selektif. Sementara seorang pejabat Gedung Putih menyatakan tekad untuk berkolaborasi dengan para pengembang AI dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang masif.
Dalam pengumuman resminya, OpenAI mengkonfirmasi pembatasan ini demi memenuhi permintaan pemerintah, meski berharap dapat meluncurkan model baru tersebut secara luas dalam beberapa minggu ke depan setelah merumuskan aturan bersama. Hal ini juga memicu kebingungan di kalangan perusahaan AI mengenai lembaga yang berwenang mengatur regulasi AI.
Presiden Donald Trump sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta perusahaan AI dengan model canggih untuk menyerahkan produk mereka untuk ditinjau pemerintah sebelum dirilis. Namun, hingga kini sistem teknis untuk aturan tersebut belum terbentuk dengan jelas.
Dengan adanya kondisi transisi ini, perusahaan AI berharap dapat bekerja sama lebih erat dengan pemerintah untuk menciptakan aturan yang lebih jelas dalam regulasi AI guna mendukung perkembangan teknologi ke depan. (dmi)
Add as a preferred source on Google





