Masyarakat Tak Hanya Memilih Mobil Listrik Berdasarkan Harganya, Ini Alasannya
Pasar mobil listrik semakin berkembang di Indonesia, membuat calon pembeli lebih cermat dalam memilih kendaraan baru. Selain harga yang kompetitif, berbagai faktor lain juga turut memengaruhi keputusan konsumen untuk beralih ke mobil listrik.
Kemudahan Pembiayaan dan Pengalaman Berkendara
Skema kredit yang ringan dianggap menarik bagi sebagian konsumen, bahkan lebih menarik daripada potongan harga. Kemudahan dalam mengajukan pembiayaan dipercaya meringankan beban kepemilikan mobil, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
Tidak hanya itu, banyak calon pembeli juga mengutamakan pengalaman test drive sebelum membeli mobil listrik. Menguji langsung mobil listrik membantu konsumen untuk memahami karakter kendaraan, seperti akselerasi, kenyamanan, dan fitur teknologi yang ditawarkan.
Peran Ekosistem dan Solusi Pembiayaan
Perubahan perilaku konsumen ini memberikan tekanan pada pelaku industri untuk tidak hanya fokus pada produk baru. Mereka harus mulai membangun ekosistem yang memberikan rasa aman dan nyaman selama kepemilikan kendaraan.
Dalam hal ini, perusahaan pembiayaan seperti PT Mandiri Utama Finance (MUF) juga berperan penting. MUF memandang bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk di pasar, tetapi juga pada pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses.
Untuk itu, MUF aktif berkolaborasi dengan perbankan dan pelaku otomotif untuk membentuk ekosistem kendaraan listrik yang kokoh. Melalui program Coffee & Drive: EV & Hybrid Experience, masyarakat diberikan kesempatan untuk mencoba langsung berbagai mobil listrik dan hybrid.





