Viral! Ustazah AI Resah di Media Sosial: Cerita Warganet

by -47 Views

Jakarta, CNN Indonesia — Akun TikTok @nia.hajar_s menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa sosok ‘ustazah’ di balik akun tersebut adalah kreasi kecerdasan buatan (AI). Pada Kamis (25/6), akun ini telah meraih lebih dari 920 ribu pengikut dan 10,4 juta likes di TikTok. Sosok wanita berhijab dalam video yang dibagikan terlihat seperti seorang ustazah yang sedang memberikan ceramah.

Keresahan Publik

Kehadiran ‘Ustazah Hajar’ ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warganet. Salah satunya berasal dari akun @MiskinTV_ di platform X yang mengungkap peliknya popularitas ‘Ustazah Hajar’ di TikTok. Visual yang sangat realistis membuat banyak orang tertipu dan mengira bahwa mereka sedang mendengarkan seorang manusia sungguhan.

Pemerhati budaya dan komunikasi digital, Firman Kurniawan, memastikan bahwa ‘Ustazah Hajar’ merupakan karya AI. Firman menjelaskan bahwa dari video yang beredar terlihat ciri-ciri yang mengindikasikan bahwa sosok tersebut bukan manusia sejati, salah satunya adalah intonasi suaranya yang sangat teratur.

Teknologi AI Semakin Masif

Firman mengatakan bahwa konten AI semakin popular belakangan ini karena tiga hal. Pertama, teknologi yang semakin terjangkau. Beberapa platform kecerdasan buatan kini menyediakan layanan gratis bagi pengguna untuk membuat aplikasi AI. Kedua, kemudahan penggunaan teknologi AI. Dengan belajar dari tutorial di YouTube, bertanya kepada ahli, dan coba-coba sendiri, seseorang bisa menghasilkan konten AI yang komunikatif. Ketiga, hasil konten buatan AI semakin memuaskan dan sulit dibedakan dari konten asli.

Alfons Tanujaya, seorang pengamat digital, mengatakan hal serupa. Menurutnya, tren ini semakin merajalela karena kemampuan AI saat ini mampu menciptakan gambar, video, dan suara yang sulit dibedakan dari karya manusia. Meskipun demikian, dampak konten AI bergantung pada niat dan pesan yang disampaikan, bukan hanya pada siapakah pembuatnya, manusia atau AI.

Risiko terbesar muncul ketika identitas pembuat konten tidak jelas. Tanpa pengawasan yang tepat, sulit untuk mengidentifikasi atau meminta pertanggungjawaban pembuat konten AI.

Source link