El Nino Kuat Menjadi Ancaman, BMKG Ungkap Musim Kemarau di Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peluang El Nino mencapai intensitas kuat sebesar 98 persen. Pembaruan ini disampaikan dalam pemutakhiran kondisi iklim Juni 2026 yang dirilis oleh BMKG lewat akun Instagram resminya.
Perkembangan Terbaru BMKG
BMKG mengungkapkan bahwa anomali suhu permukaan laut (SST) di wilayah Nino 3.4 mencapai +1,61 pada periode tersebut. Hal ini menunjukkan kondisi hangat yang telah melewati ambang batas Netral selama tujuh dasarian berturut-turut. Selain itu, nilai Dipole Mode Indeks (IOD) saat ini dalam fase netral.
Status Musim di Indonesia
Menurut pemantauan BMKG terhadap 699 Zona Musim (ZOM), 37,6 persen wilayah Indonesia atau 263 ZOM kini mengalami musim kemarau. Sementara 46,2 persen atau 323 ZOM masih berada di musim hujan, dan 16,2 persen atau 113 ZOM tergolong Tipe 1 Musim. Beberapa wilayah yang mengalami musim kemarau antara lain sebagian Sumatera Utara, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Tengah, Selatan, dan Tenggara, serta sebagian Maluku.
Fenomena El Nino diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2027, memperparah musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan panjang. BMKG juga memperingatkan bahwa fenomena ini dapat mempengaruhi pola cuaca global, dengan potensi hujan berlebihan di Amerika dan kondisi panas serta kering di Asia. Perubahan iklim diperkirakan akan memperkuat efek El Nino tahun ini.
Para ilmuwan memprediksi bahwa cuaca lebih kuat ini bisa mengganggu pertanian dan meningkatkan kekhawatiran pasokan makanan di wilayah-wilayah padat penduduk dunia.





