DFSK: Strategi Investasi dan Fokus Kualitas
Pada tengah persaingan merek otomotif China di Indonesia, DFSK terus menunjukkan komitmennya meski terkesan berjalan lebih lambat daripada para pesaingnya. Perusahaan asal China ini telah lebih dulu membangun pabrik dan berinvestasi di Tanah Air, meskipun kurang mendapat sorotan dibandingkan merek lain.
Investasi dalam Teknologi dan Produksi
Menjawab anggapan tersebut, Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengungkapkan bahwa strategi yang dijalankan DFSK memang berbeda. Perusahaan ini lebih memilih memperkuat fondasi dengan melakukan investasi pada teknologi, penelitian, dan fasilitas produksi daripada fokus pada banyak model dalam waktu singkat seperti kompetitornya.
Sejak membangun fasilitas produksi di Indonesia pada 2017, DFSK terus melakukan reinvestasi untuk meningkatkan kemampuan pabrik. Setiap kali akan memproduksi model baru, perusahaan harus mempersiapkan segala kebutuhan produksi mulai dari peralatan hingga pelatihan sumber daya manusia. Proses ini tidak bisa dilakukan secara instan, mengingat DFSK menjadikan kualitas produk sebagai prioritas utama.
Transformasi Menuju Kendaraan Listrik
Seres Group, yang menjadi induk perusahaan DFSK, juga melakukan investasi besar dengan memiliki fasilitas manufaktur modern di Chongqing, China. Pabrik tersebut mengandalkan teknologi otomatisasi untuk mendukung proses produksi kendaraan, serta melakukan pemeriksaan kualitas secara digital guna memastikan standar yang tinggi.
DFSK juga tengah bertransformasi menuju era kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) dengan fokus pada teknologi elektrifikasi. Perusahaan tidak ingin terburu-buru meluncurkan kendaraan baru sebelum seluruh proses pengembangan dan produksi benar-benar siap.
Komitmen Terhadap Pasar Indonesia
Meski terkesan tidak seagresif para pesaingnya, DFSK tetap mempertahankan komitmennya terhadap pasar Indonesia. Bukti nyata keberpihakan ini adalah keberadaan pabrik di Cikande, Banten, yang tidak hanya melayani pasar domestik namun juga ekspor kendaraan right hand drive (RHD).





