Geely Auto Lakukan Pembenahan Internal dalam Menghadapi Persaingan Industri Otomotif
Pada Minggu, 14 Juni 2026, produsen otomotif asal China, Geely Auto, terus melakukan pembenahan internal untuk menghadapi persaingan industri kendaraan yang semakin ketat, terutama di era elektrifikasi. Ketua Geely Auto, Li Shufu atau Eric Li, mengungkapkan bahwa perusahaan akan terus melakukan konsolidasi aset dengan menutup, menghentikan, menggabungkan, maupun merestrukturisasi sejumlah entitas yang dinilai tumpang tindih.
Implementasi Strategi “One Geely”
Langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari implementasi strategi “One Geely” yang bertujuan untuk menyederhanakan tata kelola perusahaan dan memperkuat posisi Geely Auto sebagai platform utama grup yang tercatat di bursa. Geely telah melakukan berbagai konsolidasi dalam beberapa tahun terakhir untuk mengurangi persaingan internal antar merek dan meningkatkan efisiensi operasional.
Perkembangan Terkini
Pada akhir 2025, Zeekr, merek kendaraan listrik premium, resmi menjadi anak usaha penuh Geely setelah proses delisting dari Bursa Efek New York. Sebelumnya, Zeekr juga mengambil alih kendali atas Lynk & Co melalui integrasi untuk memperkuat sinergi produk dan teknologi. Meskipun pasar otomotif China menghadapi tekanan besar akibat perang harga dan persaingan ketat di segmen kendaraan listrik, penjualan kendaraan Geely pada Mei 2026 mencapai 237.637 unit, naik dari tahun sebelumnya.
Penekanan pada Kualitas Produk
Selain restrukturisasi perusahaan, Li menyoroti pentingnya menjaga kualitas produk di tengah tren percepatan pengembangan kendaraan baru. Menurutnya, kendaraan merupakan produk yang berkaitan langsung dengan keselamatan manusia sehingga pengembangannya tidak boleh dilakukan dengan cara instan. Li juga mengkritik praktik beberapa produsen yang memangkas tahapan pengujian atau mengambil jalan pintas demi mempercepat peluncuran produk ke pasar.





