Dibongkar 160 Kios di Puncak Pass: Kompensasi untuk Pemilik

by -66 Views

Penertiban 160 Kios Ilegal di Puncak Pass-Segar Alam Cianjur

Pada Sabtu, 13 Juni 2026, sebanyak 160 kios ilegal di kawasan Puncak Pass-Segar Alam, Cianjur, telah berhasil dibongkar oleh petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Tindakan ini dilakukan dalam rangka penataan jalur pariwisata di sepanjang jalan nasional yang menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir.

Kompensasi Rp10 Juta untuk Setiap Pemilik Kios

Dalam pelaksanaan pembongkaran, setiap pemilik kios ilegal yang terdampak menerima kompensasi sebesar Rp10 juta. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, yang menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penertiban yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Djoko menegaskan bahwa proses pembongkaran dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP Jawa Barat, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Meskipun sempat mengalami penolakan, penertiban tetap berlangsung dengan bantuan alat berat. Sebagai tambahan, sebagian pemilik kios juga melakukan pembongkaran secara mandiri setelah menerima surat peringatan dari pemerintah.

Perlunya Penataan Kawasan Wisata

Menurut Djoko, sebagian besar bangunan yang ditertibkan tidak memiliki izin dan telah dibangun secara permanen. Untuk mendukung program penataan kawasan wisata oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pembangunan ilegal harus dibongkar.

Sementara itu, sejumlah pedagang yang terdampak mengungkapkan kebingungannya dalam menentukan lokasi usaha baru setelah kios mereka dibongkar. Mereka berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi relokasi agar mereka tetap dapat melanjutkan usaha mereka.

Salah satu pemilik kios di kawasan Segar Alam, Yanti (49), menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan kejelasan terkait relokasi dan kompensasi bagi para pedagang terdampak. Dengan adanya penertiban ini, diharapkan kawasan Puncak Pass-Segar Alam dapat dikembangkan lebih lanjut untuk kemajuan pariwisata Jawa Barat.

Source link