Review Komdigi: 64 Platform Penilaian Mandiri PP Tunas

by -71 Views







Article Rewrite

64 Platform Digital Melakukan Self-Assessment PP Tunas, Termasuk Netflix dan PUBG

Jakarta, CNN Indonesia — Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), 64 platform digital telah melakukan self-assessment untuk perlindungan terhadap anak sejak PP Tunas diberlakukan pada akhir Maret 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa sejumlah besar platform digital telah mematuhi aturan PP Tunas, termasuk Netflix, gim Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG), dan e-commerce Shopee.

Self-assessment merupakan bagian dari kewajiban kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Hingga saat ini, sekitar 175 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang dikelola oleh 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyerahkan hasil penilaian mandiri kepada Kemkomdigi.

Proses Evaluasi dan Verifikasi

Penilaian mandiri dilakukan oleh penyelenggara platform digital dengan melakukan evaluasi internal terhadap produk, fitur, dan layanan yang mereka tawarkan. Hal ini meliputi identifikasi risiko terhadap pengguna anak, potensi paparan konten berbahaya, sistem verifikasi usia, moderasi konten, dan fitur kontrol orang tua.

Mekanisme Perlindungan Anak

Komdigi akan melakukan verifikasi dan penilaian berdasarkan laporan yang mereka terima. Hasil evaluasi akan digunakan untuk menentukan kategori risiko platform agar sesuai bagi kelompok usia tertentu. Pendekatan ini tidak hanya melindungi anak, tetapi juga mendorong platform untuk meningkatkan keamanan.

Beberapa platform yang telah melaporkan self-assessment antara lain Netflix, Vidio, HBO Max, Disney, Roblox, PUBG Online, Crossfire, Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop, Dana, Gopay, Flip.id, ChatGPT, dan Grab.

Indonesia mengambil langkah tidak hanya fokus pada perlindungan anak, tetapi juga mendorong perbaikan fitur dan tata kelola platform untuk keamanan pengguna anak. Komitmen ini memerlukan kerjasama dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi generasi masa depan.

Sumber: CNN Indonesia


Source link