Tangkapan Anggota KKB Kepala Air yang Tembak Mati Karyawan Freeport

by -67 Views

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Tangkap Anggota KKB Pembunuh Karyawan PT Freeport

Pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 12:30 WIB, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menangkap seorang pria berinisial YM (24), yang merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kepala Air, Kodap III Ilaga. Pria tersebut diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang karyawan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Penangkapan

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa YM ditangkap di Pasar Kago, Kota Ilaga, Kabupaten Puncak pada Sabtu, 6 Juni 2026. YM masuk dalam daftar pencarian terkait penembakan terhadap Simson Mulia, karyawan PT Freeport Indonesia, yang terjadi pada 11 Maret 2026. Kejadian tersebut berlangsung di area Ngapua Reklamasi Enviro Bunaken Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Keterlibatan YM

Penyelidikan menunjukkan YM terlibat dalam aksi penembakan yang menyebabkan korban meninggal dunia akibat luka tembak di kepala. Selain itu, YM diduga memantau pergerakan petugas keamanan dan masyarakat menggunakan teropong saat aksi berlangsung, bersama dengan beberapa anggota kelompok lainnya termasuk JM yang telah meninggal dan BM alias N yang masih dalam pengejaran aparat.

YM langsung dibawa ke Polres Puncak setelah ditangkap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satgas Operasi Damai Cartenz. Dia dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, termasuk pembunuhan dan tentang penyertaan tindak pidana.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa penangkapan YM merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menindak pelaku kekerasan bersenjata yang mengakibatkan korban jiwa. Upaya aparat akan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan dan pihak lain yang terlibat dalam gangguan keamanan di wilayah Papua Tengah.

Source link