Banjir Terjang 138 Rumah di Babakan Madang Bogor: Dampak Luapan Kali Cijayanti

by -86 Views

138 Rumah di Babakan Madang, Bogor Terendam Banjir karena Meluapnya Kali Cijayanti

Pada Minggu, 24 Mei 2026, sebanyak 138 rumah di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terendam banjir akibat luapan Kali Cijayanti. Kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.

Banjir Akibat Hujan Deras dengan Intensitas Tinggi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi yang cukup lama mengguyur wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan aliran Kali Cijayanti meluap, berdampak pada pemukiman warga di sekitar sungai.

Menurut laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bogor, banjir mulai melanda Kampung Babakan Cicerewed pada Minggu sore sekitar pukul 17.15 WIB. Banjir meliputi sejumlah RT di Desa Cijayanti, dengan ketinggian air bervariasi antara 70 hingga 150 sentimeter di beberapa titik pemukiman.

Dari hasil kaji cepat sementara BPBD Kabupaten Bogor, total 138 kepala keluarga atau sekitar 456 jiwa terdampak banjir tersebut. Selain itu, satu unit rumah di RT 03 RW 01 juga mengalami kerusakan berat hingga ambruk akibat banjir. Meskipun begitu, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban yang terancam akibat kejadian tersebut.

Penanganan Darurat dan Bantuan Logistik

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, Damkar, Satpol PP Kecamatan Babakan Madang, perangkat desa, Destana, dan PMI langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Langkah-langkah penanganan yang dilakukan meliputi kaji cepat, edukasi kebencanaan, koordinasi dengan aparat setempat, hingga penyedotan air di lokasi terdampak banjir.

Selain itu, BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak warga terdampak berupa bantuan logistik tanggap darurat. Hingga saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut, namun warga bersama tim gabungan masih aktif melakukan pembersihan lumpur dan genangan air di dalam rumah.

Source link