XLSmart Dukung Wacana Pendaftaran Medsos Wajib Cantumkan Nomor HP
Jakarta, CNN Indonesia — XLSmart memberikan tanggapan terhadap wacana pendaftaran akun media sosial yang wajib menggunakan nomor telepon. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyampaikan hal ini beberapa waktu lalu.
XLSmart Mendukung Langkah Perlindungan Pengguna
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyatakan bahwa perusahaan mendukung langkah tersebut. Menurutnya, wacana ini akan menjadi langkah perlindungan bagi pengguna.
“Sebab kalau itu secara resmi nanti terintegrasi, tentu kita harapkan apa yang terdaftar di sosmed adalah betul-betul nomor-nomor yang sudah terdaftar dan tervalidasi dengan baik,” ujar Merza dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu (20/5).
Aturan Registrasi Nomor Telepon dengan Metode Biometrik
Merza juga menyinggung aturan registrasi nomor telepon dengan metode biometrik yang sebentar lagi akan berlaku penuh. Menurutnya, aturan ini akan membuat proses registrasi pelanggan menjadi lebih teliti dan valid.
XLSmart menyatakan akan patuh terhadap aturan tersebut jika diberlakukan. Merza mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan badan-badan dan kementerian terkait mengenai aturan ini.
Sebelumnya, Menkomdigi Meutya Hafid menyebutkan rencana pemerintah untuk membuat nomor telepon wajib saat membuat akun media sosial. Hal ini bertujuan agar identitas pengguna media sosial menjadi lebih jelas.
Strengthening System of Verified Digital Identities
Selain mewajibkan nomor telepon, pemerintah juga berencana memperkuat sistem identitas digital terverifikasi melalui Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSRE). Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan nasional di ruang digital.
Ia menegaskan bahwa penguatan pengawasan dan tata kelola ruang digital tidak hanya dilakukan lewat patroli siber atau pemblokiran akses konten bermasalah, tetapi juga melalui edukasi kepada masyarakat.
Meutya Hafid menambahkan bahwa pemberlakuan registrasi medsos dengan nomor telepon ini masih dalam tahap pembahasan dan akan dikonsultasikan ke publik untuk mendapatkan masukan.
Artikel ini disadur dari CNN Indonesia pada 20 Mei 2020.




