Perang Sulit Dihentikan: Peran Negara Adidaya

by -71 Views

Muhammadiyah Kecam Penangkapan Jurnalis RI oleh Israel, Desak PBB Turun Tangan

Rabu, 20 Mei 2026 – 01:10 WIB

Sulitnya Menghentikan Perang Akibat Keterlibatan Negara Adidaya

Perang yang terus berkecamuk di berbagai belahan dunia menunjukkan kesulitan dalam upaya menghentikan konflik tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyoroti fakta bahwa negara-negara berpengaruh seringkali terlibat dalam konflik, membuat upaya perdamaian global sulit dicapai.

Haedar mencatat bahwa masyarakat saat ini menghadapi tantangan besar akibat adanya negara-negara adidaya yang memilih jalur perang. Menurutnya, hal ini menunjukkan kehilangan kesadaran akan nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam era modern.

PBB Sebagai Motor Perdamaian Global

Haedar menyatakan bahwa PBB sebagai wadah persatuan bangsa-bangsa seharusnya menjadi pelopor perdamaian tanpa perlu melibatkan peperangan yang dapat menimbulkan bencana global. Meskipun mengakui kesulitan dalam merealisasikan hal tersebut, ia berharap negara-negara di dunia terus menyuarakan perdamaian serta berhenti dari tindakan perang yang merugikan banyak pihak.

Mengecam Kekerasan dan Perlindungan Jurnalis

Haedar Nashir juga mengecam segala bentuk kekerasan, termasuk kasus penculikan jurnalis yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. Menurutnya, politik kekerasan hanya akan berakhir dengan kerugian bagi semua pihak, termasuk tiga jurnalis dan aktivis Indonesia yang ditahan oleh Angkatan Laut Israel dalam misi kemanusiaan di Gaza, Palestina.

Haedar menekankan bahwa PBB harus mengambil langkah konkret terhadap tindakan Israel yang sewenang-wenang tersebut, sehingga aksi kekerasan tidak lagi menjadi pilihan dalam menyelesaikan konflik kemanusiaan.

Source link