Indonesia dan Sembilan Negara Kecam Serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla
Pada Selasa, 19 Mei 2026, Indonesia bersama dengan sembilan negara lainnya secara tegas mengutuk serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla (GSF). Armada kapal misi kemanusiaan sipil ini bertujuan untuk menyoroti penderitaan rakyat Palestina.
Kecaman dari Berbagai Negara
Dalam pernyataan bersama yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI, turut serta menteri luar negeri Turkiye, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol. Mereka mengecam tindakan permusuhan yang menargetkan kapal-kapal sipil dan aktivis kemanusiaan sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Para menteri tersebut juga menyampaikan keprihatinan serius terhadap keselamatan peserta sipil dalam misi tersebut. Desakan pembebasan aktivis yang ditahan serta penghormatan penuh terhadap hak dan martabat mereka pun ditekankan dalam pernyataan bersama ini.
Armada Global Sumud Flotilla
Armada Global Sumud Flotilla ini terdiri dari 54 kapal dengan 426 orang dari 39 negara yang ikut serta. Meskipun beberapa kapal telah dicegat oleh Militer Israel, armada lainnya terus berlayar menuju wilayah Gaza. Ini merupakan ketiga kalinya armada ini berlayar untuk misi kemanusiaan dari wilayah selatan Turki.
Sementara itu, perairan internasional di sekitar Gaza telah menjadi saksi keberanian para aktivis yang berusaha mengirim bantuan kemanusiaan. Meski kapal-kapal militer Israel telah mencegat sebagian kapal, semangat para aktivis tetap tak tergoyahkan dan mereka terus melanjutkan perjalanan mereka.
Kementerian Luar Negeri Israel sendiri telah meminta agar seluruh peserta provokasi ini mengubah arah dan kembali. Namun, armada Global Sumud Flotilla tetap teguh dalam misinya untuk membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa kekerasan.





