Nuklir di Indonesia: Potensi Energi dan Pangan
Jakarta, CNN Indonesia — Teknologi nuklir sering dikaitkan dengan bom nuklir berbahaya, namun ternyata memiliki manfaat positif lainnya. Di Indonesia, penelitian nuklir telah lama dilakukan dan mengarah ke berbagai sektor, termasuk energi dan pangan.
Energi Nuklir sebagai Alternatif Bauran Energi Nasional
Menurut Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Syaiful Bakhri, pemerintah Indonesia telah memasukkan energi nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional hingga tahun 2060. Kapasitas pembangkit listrik dari PLTN akan menjadi salah satu komponen penting menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun tersebut.
Dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) Tahun 2024, kapasitas pembangkit listrik di Indonesia diharapkan mencapai sekitar 443 gigawatt, di mana sebagian besar, sekitar 7,9 persen, berasal dari PLTN dengan kapasitas daya sekitar 35 gigawatt.
Tapak Pembangunan PLTN dan Kajian Lingkungan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah bekerja sama dengan Badan Geologi untuk menyiapkan lokasi pembangunan PLTN pertama di Indonesia. Evaluasi tapak dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan seperti potensi gempa bumi, tsunami, abrasi, dan akresi.
Sejumlah kajian mendalam diperlukan karena PLTN diharapkan beroperasi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan hingga 80 tahun. BRIN juga memproyeksikan kebutuhan sekitar 200 peneliti baru di bidang nuklir untuk mendukung pengembangan energi nuklir di Indonesia.
Pemanfaatan Uranium Lokal dan Inovasi di Bidang Nuklir
Salah satu upaya penting dalam pengembangan energi nuklir di Indonesia adalah pengembangan bahan bakar nuklir berbasis sumber daya lokal. Peneliti BRIN telah mengembangkan material adsorben inovatif untuk pemurnian uranium, dimana potensi bahan baku lokal seperti pasir monasit menjadi perhatian utama.
Selain itu, pemanfaatan teknologi nuklir juga merambah sektor pangan. Melalui pemuliaan mutasi iradiasi, Indonesia telah berhasil mengembangkan varietas padi unggul yang dapat meningkatkan indeks pertanaman dan hasil per hektare secara signifikan, memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi krisis pangan global.
Secara lebih luas, teknologi nuklir juga dapat diaplikasikan dalam pemuliaan varietas unggul nasional, peningkatan efisiensi pertanian, keamanan pascapanen, dan pengendalian hama yang ramah lingkungan, demi mendukung ketahanan pangan Indonesia.





