Trump Ungkap Perjanjian Terkait Iran dan Selat Hormuz antara AS dan China
Pertemuan kenegaraan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan Presiden China, Xi Jinping, membuka babak baru dalam hubungan kedua negara terkait situasi di Timur Tengah. Salah satu poin penting yang disorot dalam pertemuan tersebut adalah pernyataan tegas Xi Jinping terkait pemenuhan peralatan militer ke Iran di tengah ketegangan di kawasan tersebut.
China Tolak Kirim Peralatan Militer ke Iran
Trump mengungkapkan bahwa Xi Jinping secara eksplisit menegaskan bahwa China tidak akan memberikan Iran peralatan militer. Pernyataan ini dianggap sebagai langkah signifikan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Meskipun demikian, Xi Jinping tetap menekankan pentingnya hubungan ekonomi, terutama dalam sektor energi, antara China dan Iran. China, yang merupakan salah satu pembeli minyak terbesar dari Iran, ingin mempertahankan impor minyak dari negara tersebut.
Selain itu, krisis di Selat Hormuz juga menjadi topik hangat dalam pembicaraan kedua pemimpin. Xi Jinping menyatakan harapannya agar jalur strategis tersebut kembali dibuka sepenuhnya, menyoroti pentingnya stabilitas dalam distribusi minyak global.
Kunjungan Kenegaraan Trump ke China
Kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13 hingga 15 Mei 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi antara kedua negara. Trump memuji kesediaan Xi Jinping untuk berdialog secara terbuka mengenai isu-isu penting, termasuk hubungan bilateral, stabilitas global, dan perdamaian dunia.
Perjalanan ini juga menandai pertemuan pertama antara Trump dan Xi Jinping sejak kunjungan pertama presiden AS ke China pada tahun 2017. Kedua pemimpin sepakat untuk terus membahas isu-isu krusial dalam hubungan kedua negara demi memastikan perdamaian dan kerjasama yang berkelanjutan.





