Prediksi BMKG: Daerah yang Terpanggang di Awal Mei 2026

by -73 Views

Cuaca Panas “Memanggang” Sejumlah Wilayah Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah memantau penguatan Monsun Australia yang berdampak pada kondisi cuaca panas di sejumlah wilayah Indonesia. Penguatan ini membawa massa udara kering dan menurunkan tutupan awan pagi hingga siang hari, menyebabkan radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal.

Wilayah Terdampak Cuaca Panas

Berdasarkan data BMKG, pada periode 4 – 6 Mei 2026, suhu maksimum di beberapa wilayah Indonesia mencapai lebih dari 35,0 derajat Celcius-37,1 derajat Celcius. Wilayah yang tercatat mengalami suhu tinggi antara lain Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Meski cuaca cenderung panas, kondisi tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan hujan pada sore hingga malam hari akibat pola konvektifitas udara yang signifikan.

Intensitas Hujan di Beberapa Daerah

BMKG mencatat terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem pada periode yang sama. Daerah yang dilanda hujan deras antara lain Jawa Barat, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, DKI Jakarta, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Riau, serta Jambi.

Fenomena ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang sedang aktif bersamaan. Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Hagupit di utara Papua juga berkontribusi pada peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Selama seminggu ke depan, BMKG memperkirakan penguatan Monsun Australia akan terus berlangsung. Hal ini terlihat dari pola aliran angin timuran pada sebagian besar wilayah Indonesia. Massa udara dengan kandungan uap air yang relatif lebih rendah dari Australia diperkirakan akan masuk ke wilayah Indonesia.

Selain itu, BMKG juga menyebut bahwa sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi hujan di wilayah tersebut kemungkinan akan berkurang.

Source link