Jakarta, CNN Indonesia — Seorang kosmolog asal Brasil secara tak sengaja menemukan cara untuk memangkas waktu perjalanan pulang pergi dari Bumi ke Mars menjadi hanya 153 hari, atau sekitar lima bulan. Temuannya ini jauh lebih singkat dibandingkan misi konvensional yang memakan waktu hampir tiga tahun. Dengan teknologi saat ini, perjalanan ke Mars saja sudah memakan waktu tujuh hingga sepuluh bulan.
Penemuan Baru yang Membuka Perspektif Baru
Bumi dan Mars hanya berada pada posisi ideal untuk perjalanan hemat bahan bakar setiap 26 bulan sekali, sehingga mereka harus menunggu jendela kepulangan. Ini artinya, total perjalanan pulang pergi bisa mendekati tiga tahun penuh. Namun, temuan baru yang terbit di jurnal Acta Astronautica pada April lalu membuka perspektif baru.
“Mungkin hal ini dapat mengubah anggapan bahwa kita membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk pergi ke Mars dan kembali,” kata Marcelo de Oliveira Souza dari State University of Northern Rio de Janeiro, penulis utama studi ini.
Lintasan Pesawat Ruang Angkasa yang Lebih Cepat
Souza menggunakan metode kalkulasi standar bernama Lambert analysis, lalu membatasi lintasan pesawat ruang angkasa agar mengikuti kemiringan orbital asteroid. Dengan demikian, total perjalanan pulang-pergi Bumi ke Mars adalah 153 hari, jauh lebih singkat dibanding misi konvensional.
Souza juga mengidentifikasi rute alternatif dalam jendela yang sama, dengan kecepatan lepas landas sekitar 16,5 kilometer per detik dan durasi misi sekitar tujuh setengah bulan, masih jauh lebih singkat dari misi konvensional.
Meski konsep ini masih jauh dari siap dieksekusi, namun Souza menyebut roket generasi berikutnya seperti Starship milik SpaceX atau New Glenn milik Blue Origin sebagai kandidat yang bisa suatu saat memenuhi syarat tersebut.
Hal ini membuka proyeksi baru dalam eksplorasi luar angkasa dan mempercepat rencana perjalanan menuju planet Mars. Dengan temuan ini, masa depan eksplorasi antarplanet semakin terbuka luas. (dmi/dmi)





