Jakarta Masuk Musim Kemarau, BMKG Sebut 90 Zona Musim Sudah Terpengaruh
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa sebagian wilayah Jakarta telah memasuki musim kemarau sejak awal bulan Mei. Dari data terbaru BMKG, sekitar 12,8 persen atau 90 zona musim (ZOM) di Indonesia telah terpengaruh oleh musim kemarau.
Wilayah yang sudah mengalami musim kemarau, mencakup sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, dan Jakarta. Selain itu, sebagian wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku juga telah masuk musim kemarau.
Perkiraan Musim Kemarau di Jakarta
Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan memperkirakan bahwa Jakarta akan masuk musim kemarau pada awal bulan Mei. Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 BMKG memperkirakan dua zona musim (ZOM) di wilayah Jakarta akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei. Sebagai contoh, ZOM BantenDKI 15 dan BantenDKI 16 mulai memasuki musim kemarau lebih awal dari rata-rata klimatologisnya.
ZOM BantenDKI 15 meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Sedangkan, ZOM BantenDKI 16 meliputi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Musim Kemarau di Indonesia
Secara umum, BMKG memperkirakan sekitar 184 ZOM (26,3 persen) dan 163 ZOM (23,3 persen) di Indonesia baru akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei dan Juni. Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2026. Sedangkan, wilayah lainnya di Indonesia dijadwalkan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli dan September.
Wilayah yang diprediksi akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juli, meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.





