Pada Senin, 27 April 2026, deretan artikel terpopuler di VIVA Otomotif menunjukkan satu pola yang menarik: pembaca tak hanya mencari kabar soal mobil, tetapi juga isu yang menyentuh arah industri, uang besar di balik kursi eksekutif, hingga pilihan kendaraan yang tidak ikut arus. Tiga topik yang menonjol itu datang dari sudut pandang yang berbeda, namun sama-sama bicara tentang bagaimana dunia otomotif terus berubah.
Baterai Sodium Muncul sebagai Penantang Lithium
Salah satu sorotan utama datang dari perkembangan baterai sodium yang digadang-gadang bisa menjadi alternatif baterai lithium untuk mobil listrik. Daya tarik utamanya ada pada biaya produksi yang lebih rendah serta bahan baku yang lebih mudah ditemukan. Di tengah kebutuhan industri untuk menekan harga kendaraan listrik, teknologi ini jelas terdengar menjanjikan.
Namun, ada catatan penting yang belum bisa diabaikan. Baterai sodium masih menghadapi kendala pada kepadatan energi, yang berimbas langsung pada jarak tempuh. Artinya, meski lebih murah, teknologi ini belum sepenuhnya mampu menandingi lithium dalam urusan efisiensi dan performa. Di titik ini, pilihan antara harga dan jarak tempuh masih menjadi kompromi yang harus diterima pasar.
Gaji Bos Otomotif: Ada yang Triliunan, Ada yang Nol
Topik lain yang menyita perhatian pembaca adalah besaran kompensasi para CEO industri otomotif global. Angkanya jauh dari kata biasa. Sebagian eksekutif menerima bayaran hingga triliunan rupiah per tahun, sementara ada pula yang secara teknis tidak mencatatkan gaji tetap alias nol rupiah.
Skema pembayaran itu umumnya tidak berdiri di atas gaji pokok semata. Saham, bonus, dan insentif berbasis kinerja menjadi bagian besar dari total kompensasi. Di industri otomotif, nilai itu bisa melonjak ke level puluhan hingga ratusan miliar rupiah per tahun, tergantung skala perusahaan dan performa bisnis yang dipimpin. Fakta ini memperlihatkan bahwa jabatan puncak di sektor otomotif bukan cuma soal posisi, tetapi juga strategi perusahaan menjaga loyalitas dan hasil kerja para eksekutifnya.
Daihatsu dan Daya Tarik Mobil yang Tidak Pasaran
Di tengah dua topik yang sarat teknologi dan angka besar, artikel tentang tiga mobil Daihatsu yang cocok untuk konsumen yang ingin tampil beda juga ikut ramai dibaca. Bukan tanpa alasan, model-model tersebut menawarkan karakter yang tidak selalu mengikuti jalur mainstream, baik dari sisi desain maupun fungsi.
Di pasar yang sering dipenuhi pilihan seragam, mobil-mobil ini hadir untuk konsumen yang ingin kendaraan dengan identitas lebih kuat. Bagi sebagian orang, mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga pernyataan gaya. Karena itu, pilihan yang anti-mainstream seperti ini punya tempat tersendiri, terutama saat konsumen mulai mempertimbangkan bukan hanya harga dan kepraktisan, tetapi juga keunikan produk yang mereka bawa pulang.





