Martin Brundle Endorses Lewis Hamilton for Ferrari Move

by -83 Views

Lewis Hamilton belum habis. Itulah garis besar pandangan Martin Brundle soal kiprah sang juara dunia tujuh kali bersama Ferrari. Menurut mantan pembalap Formula 1 yang kini menjadi analis Sky Sports itu, Hamilton masih punya modal untuk menang, bahkan setelah transisi ke Maranello sempat memunculkan tanda tanya.

Brundle melihat Ferrari memberi ruang baru untuk Hamilton

Hamilton resmi bergabung dengan Ferrari pada 2025 dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terlebih saat regulasi lama masih menuntut adaptasi besar dari para pembalap. Namun, Brundle menilai situasinya kini mulai berubah. Ferrari disebut tampil lebih kompetitif, sementara Hamilton terlihat lebih nyaman dengan mobil yang ia kendarai.

“Lewis jelas lebih menikmati mobil-mobil ini,” kata Brundle kepada Sky Sports F1. Ia menilai Ferrari akan membawa langkah penting di Miami dan menambahkan bahwa karakter mobil regulasi baru lebih cocok untuk Hamilton dibanding era ground effect sebelumnya.

Gaya ground effect dinilai bukan dunia Hamilton

Brundle tak menutupi bahwa performa Hamilton pada 2025 sempat menimbulkan kritik. Meski begitu, ia menganggap masalah itu tidak bisa dilepaskan dari karakter mobil ground effect yang dianggap lebih keras dan kurang bersahabat untuk gaya balap Hamilton.

“Sepertinya gaya itu tidak cocok baginya,” ujar Brundle. “Tetapi mood dan cara dia bekerja, dia terlihat lebih bahagia karena Ferrari lebih kompetitif.”

Brundle juga menegaskan bahwa Hamilton masih memiliki satu tantangan utama jika ingin kembali menjadi juara dunia bersama Ferrari: mengalahkan Charles Leclerc secara konsisten. “Jika ada kesempatan menang, saya masih yakin Lewis sangat mampu merebutnya,” tambahnya.

Miami jadi ujian awal, tapi gelar masih jauh dari selesai

Menjelang Miami Grand Prix, peta persaingan musim ini masih belum mengunci satu nama pun sebagai favorit mutlak. Di klasemen sementara, Kimi Antonelli memimpin dengan selisih sembilan poin atas George Russell, sementara Mercedes tampil dominan pada tiga seri pembuka. Meski begitu, Brundle menilai kejuaraan masih sangat terbuka.

Menurutnya, akhir pekan sprint di Miami bisa mengubah banyak hal karena ada poin tambahan yang diperebutkan. Ia juga melihat potensi besar bagi tim-tim papan atas untuk saling salip lewat paket upgrade yang tepat. “Siapa pun dari empat tim teratas, dari delapan pembalap itu, bisa memenangkan kejuaraan dunia tahun ini,” ucap Brundle.

Di sisi Ferrari, posisi kedua di klasemen konstruktor 2026 menjadi sinyal bahwa proyek Hamilton belum berhenti di fase adaptasi. Jika tren performa ini bertahan, pertanyaan tentang peluang Hamilton menang bersama tim merah justru makin relevan.