Pinggir rel kereta di Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, mendadak jadi lokasi penggerebekan polisi setelah muncul laporan warga soal aktivitas yang mencurigakan. Dari operasi itu, Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan sembilan orang yang diduga sedang menggunakan narkoba di area tersebut.
Hasil pemeriksaan urine memperkuat dugaan itu. Delapan dari sembilan orang yang diamankan dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Saat penggerebekan berlangsung, dua orang bahkan tertangkap tangan sedang memakai sabu di lokasi.
Penggerebekan Berawal dari Laporan Warga
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung, mengatakan penindakan dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas yang dianggap tidak wajar di sekitar rel kereta. Menindaklanjuti laporan itu, petugas bergerak ke lokasi dan menemukan sekelompok orang yang diduga sedang pesta narkoba.
Menurut polisi, area tersebut diduga kerap dimanfaatkan untuk penyalahgunaan narkotika. Karena itu, lokasi masih terus didalami untuk memastikan apakah ada jaringan lain yang terlibat.
Barang Bukti Diamankan, Sejumlah Orang Kabur
Dari tempat kejadian, polisi menyita satu paket sabu, alat hisap, cangklong, korek api modifikasi, serta beberapa unit telepon genggam. Temuan itu menjadi penguat bahwa lokasi tersebut memang digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu Setiyawan Kuncoro, menyebut penyelidikan masih berjalan. Polisi juga memburu beberapa orang lain yang sempat melarikan diri saat penggerebekan dilakukan.
Polisi Minta Warga Tak Diam
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar. Warga juga diminta memanfaatkan Call Center 110 bila membutuhkan bantuan atau menemukan potensi gangguan keamanan.
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa laporan warga menjadi pintu masuk penting dalam membongkar aktivitas narkoba yang kerap bersembunyi di ruang-ruang publik yang tampak sepi.





