Penyidikan kasus dugaan penganiayaan massal di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga Sabtu, 25 April 2026, Polresta Yogyakarta masih memeriksa 30 orang yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa di tempat penitipan anak tersebut, mulai dari pengasuh hingga pihak yayasan. Aparat kini menelusuri peran masing-masing untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus yang menyita perhatian publik itu.
Pemeriksaan Masih Berlangsung, Status Terperiksa Belum Jelas
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengatakan para terperiksa berasal dari hasil pengamanan yang dilakukan polisi sebelumnya. Mereka belum langsung ditetapkan sebagai tersangka karena penyidik masih mendalami keterangan satu per satu. Menurutnya, proses ini penting agar penetapan status hukum tidak dilakukan terburu-buru dan benar-benar didukung bukti yang cukup.
Dari 103 Anak, 53 Diduga Jadi Korban
Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan indikasi perlakuan yang dinilai tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut. Berdasarkan data sementara, ada 103 anak yang tercatat berada di bawah pengasuhan Daycare Little Aresha. Dari jumlah itu, lebih dari separuh atau sekitar 53 anak diduga mengalami kekerasan fisik dan penelantaran. Polisi juga membuka kemungkinan angka korban bertambah seiring pendalaman pemeriksaan dan pengumpulan bukti baru.
Pengumuman Tersangka Ditunggu Publik
Polresta Yogyakarta berencana mengumumkan tersangka secara resmi setelah gelar perkara selesai pada Senin, 27 April 2026. Kasus ini memicu kekhawatiran luas, terutama di kalangan orang tua yang selama ini mempercayakan anaknya di layanan penitipan tersebut. Di tengah penyidikan, muncul pula sorotan soal alasan sebagian orang tua memilih daycare itu, termasuk dugaan karena tarif yang dianggap lebih murah dibanding tempat lain.
Atribusi sumber: informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, serta perkembangan penyidikan yang dilaporkan pada Sabtu, 25 April 2026.





