Williams sedang membangun ulang fondasinya, dan James Vowles melihat satu hal yang paling membuatnya optimistis: Alex Albon dan Carlos Sainz bukan tipe pembalap yang sibuk dengan ego. Bagi sang team principal, justru karakter itulah yang membedakan keduanya dan menjadi modal penting untuk mendorong Williams keluar dari masa sulit.
Dua pembalap, satu arah yang sama
Dalam wawancara dengan Frankie Langan, Vowles memuji Albon dan Sainz karena sama-sama menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi. Menurutnya, keduanya datang bukan sekadar untuk cepat di lintasan, tetapi juga untuk membantu Williams berkembang sebagai organisasi. Sikap seperti itu, kata Vowles, sangat berharga di tengah proyek jangka panjang yang sedang ia bangun.
Albon sudah bergabung dengan Williams sejak 2022, sementara Sainz datang pada 2025 setelah kursi yang ia tinggalkan di Ferrari diambil alih Lewis Hamilton. Kombinasi keduanya, menurut Vowles, menghadirkan keseimbangan yang sulit didapat: satu pembalap dengan adaptasi alami yang kuat, satu lagi dengan detail komunikasi teknis yang tajam.
Keunggulan Sainz ada di komunikasi teknis
Vowles menilai Sainz memiliki kemampuan langka dalam menjelaskan apa yang ia rasakan di mobil dan menghubungkannya langsung dengan data. Bagi tim teknik, itu berarti masukan yang lebih jelas, lebih terukur, dan lebih mudah diterjemahkan menjadi peningkatan performa.
Ia bahkan membandingkan kualitas itu dengan pengalaman bekerja bersama pembalap top lain di Mercedes, termasuk Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Namun, menurut Vowles, Sainz punya kekuatan sendiri yang sangat membantu Williams saat ini: kemampuan berbicara dengan engineer secara efektif tanpa kehilangan detail penting dari sensasi di balik kemudi.
Albon dipuji karena sikap dan naluri balapnya
Untuk Albon, Vowles menyoroti bakat alaminya dalam membaca situasi yang berubah-ubah dan memaksimalkan potensi yang ada, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk tim. Ia melihat Albon sebagai pembalap yang tidak hanya bekerja untuk hasil pribadi, tetapi juga tetap hadir mendukung tim bahkan ketika hari berjalan buruk.
Vowles menyebut satu momen yang menurutnya menggambarkan karakter Albon dengan baik, saat sang pembalap berdiri bersamanya di podium bersama Sainz tanpa membawa beban personal. Bagi Vowles, gestur itu menunjukkan rasa kebersamaan yang jarang terlihat dan sangat penting untuk tim yang sedang membangun ulang identitasnya.
Dengan Williams masih berjuang di musim 2026 dan sementara ini menempati posisi kesembilan klasemen konstruktor, Vowles jelas belum puas. Namun, dari cara ia berbicara tentang Albon dan Sainz, terlihat bahwa ia percaya kebangkitan Williams tak hanya bergantung pada mobil, melainkan juga pada dua pembalap yang mau bergerak ke arah yang sama.





