Di Jerez yang diguyur hujan, Marc Marquez kembali menunjukkan naluri lamanya sebagai pemburu posisi terdepan. Pembalap Ducati pabrikan itu merebut pole position untuk Grand Prix Spanyol, hasil yang sekaligus menegaskan bahwa dirinya masih sangat berbahaya ketika kondisi lintasan berubah-ubah dan penuh jebakan.
Marquez akan start dari baris terdepan bersama Johann Zarco, spesialis lintasan basah yang sempat memimpin jalannya kualifikasi, serta Fabio Di Giannantonio yang tampil kuat dengan Ducati VR46. Di belakang mereka, Marco Bezzecchi harus puas berada di urutan keempat saat mencoba menjaga peluang meraih kemenangan grand prix keenam beruntun pada hari Minggu.
Q1 dibuka dengan lintasan basah, lalu hujan kembali mengacaukan ritme
Sesi kualifikasi berlangsung dalam kondisi yang terus berubah. Q1 dimulai dengan trek basah, lalu lima menit kemudian hujan sempat turun lagi dan membuat situasi semakin sulit untuk pembalap maupun tim. Meski permukaan lintasan tidak terlihat makin lambat, kondisi itu tetap tidak memberi keuntungan bagi siapa pun yang memilih menyerang di penghujung sesi.
Dalam situasi seperti itu, Johann Zarco dan Pedro Acosta tampil paling menonjol. Keduanya unggul hampir satu detik dari para pesaing lain dan mencatat waktu lebih awal, sehingga tidak perlu memaksa diri di fase terakhir.
Marquez menjawab ancaman Zarco di menit-menit akhir
Jeda antara Q1 dan Q2 tidak membawa hujan tambahan, tetapi lintasan masih belum cukup siap untuk ban slick saat perebutan pole dimulai. Catatan waktu masih lebih lambat lebih dari 10 detik dibanding pace kering pada Jumat, dan keadaan itu tak banyak berubah hingga 15 menit sesi berakhir.
Zarco sempat membuat kejutan besar dengan mencatat 1 menit 48,625 detik ketika waktu tersisa empat menit. Hasil itu menempatkannya di puncak papan waktu, dan hanya Marquez yang mampu membalas. Pada lap penutupan yang krusial, Marquez menorehkan 1 menit 48,087 detik untuk mengamankan posisi terdepan. Zarco masih sempat memperbaiki waktunya menjadi 1 menit 48,227 detik, tetapi kesalahan kecil di tikungan terakhir tampaknya merusak peluangnya merebut pole.
Selisih di belakang dua pembalap terdepan terbilang besar. Bahkan catatan terbaik kedua Zarco tetap cukup untuk menempatkannya di posisi kedua grid, sementara Di Giannantonio yang ketiga tertinggal 0,870 detik dari Zarco.
Bezzecchi tetap aman di depan, tetapi barisan tengah ikut berubah
Bezzecchi akan memulai dari baris kedua bersama Alex Marquez dan Acosta. Alex Marquez sendiri finis kelima setelah sempat terjatuh di awal sesi, namun tetap berhasil mempertahankan posisi yang solid di baris depan kedua.
Jorge Martin mencatat waktu sebagai pembalap tercepat ketujuh dengan Aprilia pabrikan, tetapi penalti tiga posisi grid untuk balapan hari Minggu membuat susunan start berubah. Hukuman itu mendorong Enea Bastianini, Raul Fernandez, dan Francesco Bagnaia naik ke baris ketiga.
Martin tetap memimpin baris keempat, di depan Ai Ogura dan Fermin Aldeguer yang juga mengalami masalah setelah beberapa kali terjatuh pada Free Practice 2 dan Q1. Sementara itu, Diogo Moreira, Franco Morbidelli, dan Jack Miller akan mengisi barisan paling belakang karena gagal mencatat waktu di Q1. Ketiganya terjatuh di titik yang berbeda, dengan Morbidelli juga sempat dihantam masalah mesin yang berkepanjangan.
Bagi Miller, insiden itu terasa paling merugikan. Pembalap asal Australia tersebut dikenal kuat di lintasan basah dan tampaknya melihat sesi ini sebagai kesempatan langka untuk lolos ke Q2. Namun, harapannya pupus setelah jatuh di tikungan Lorenzo, tak lama setelah ia menyaksikan rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, melakukan penyelamatan spektakuler di tikungan yang sama menjelang akhir Free Practice 2.
Menurut laporan langsung dari Jerez, pole Marquez lahir bukan hanya dari kecepatan, tetapi juga dari kemampuan membaca kondisi yang terus berubah saat para rival lain kesulitan menemukan ritme yang tepat.





