Di tengah ketegangan yang kembali mengitari Iran, sebuah pesan dari Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei menyoroti satu hal yang dianggap paling menentukan: persatuan warga. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kekompakan rakyat Iran telah memberi pukulan berat kepada pihak-pihak yang ingin melemahkan negara itu, sekaligus membuat rencana lawan berantakan.
Persatuan Dinilai Jadi Senjata Terkuat Iran
Khamenei memuji soliditas masyarakat Iran sebagai kekuatan yang tidak hanya bertahan di tengah tekanan, tetapi juga mampu membingungkan lawan. Menurutnya, persatuan yang muncul di tengah situasi sulit telah menciptakan kondisi yang tidak diinginkan oleh pihak musuh. Karena itu, ia menyerukan agar rasa syukur atas kekompakan tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga dan memperkuat persatuan nasional.
Peringatan Soal Perang Psikologis
Dalam pesannya, Khamenei juga mengingatkan adanya upaya perang psikologis dari pihak lawan melalui penyebaran informasi yang dinilai bertujuan merusak keamanan nasional dan memecah belah masyarakat. Ia meminta warga Iran tidak larut dalam narasi semacam itu dan tetap waspada terhadap langkah-langkah yang disebutnya sebagai bagian dari agenda musuh.
Tekanan Eksternal dan Situasi yang Belum Reda
Pernyataan tersebut disampaikan saat Iran masih berada di bawah tekanan dari Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya. Di tengah gencatan senjata yang sempat berlaku antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, pembicaraan damai disebut tidak menghasilkan kesepakatan. Meski begitu, Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak dan menegaskan penerapan blokade terhadap Selat Hormuz. Dalam konteks itu, Khamenei menempatkan persatuan rakyat sebagai benteng utama yang menjaga Iran tetap berdiri di tengah situasi yang belum benar-benar tenang.
Menurut atribusi sumber yang menyertai laporan ini, pesan Khamenei kembali menegaskan bahwa kekuatan Iran bukan semata berada pada respons politik, tetapi pada kemampuan warganya untuk tetap satu sikap saat tekanan datang dari luar.





