Zak Brown kembali melontarkan prediksi tajam soal masa depan Formula 1: Christian Horner, sosok yang lama identik dengan Red Bull, diyakini belum benar-benar selesai dengan paddock. Menurut CEO McLaren Racing itu, Horner pada akhirnya hampir pasti akan kembali ke ajang jet darat, meski saat ini posisinya sudah tak lagi berada di garis depan tim yang pernah ia besarkan selama dua dekade.
Brown: Horner Masih Punya Tempat di Formula 1
Dalam pandangan Brown, rekam jejak Horner terlalu besar untuk membuatnya lama menghilang dari Formula 1. Ia menilai mantan team principal Red Bull itu bukan hanya punya pengalaman, tetapi juga pemahaman mendalam tentang cara kerja tim papan atas. Brown juga menekankan bahwa Horner memberi dampak nyata bagi olahraga ini, sehingga peluang comeback tetap terbuka lebar selama hasratnya terhadap F1 masih ada.
McLaren Siapkan Peran Baru untuk Gianpiero Lambiase
Di sisi lain, McLaren juga tengah menyiapkan langkah penting untuk memperkuat struktur internal mereka. Gianpiero Lambiase, yang saat ini menjabat head of racing sekaligus race engineer di Red Bull, disebut akan bergabung dengan McLaren setelah kontraknya berakhir pada 2028. Nantinya, ia akan memegang posisi chief racing officer di bawah arahan team principal Andrea Stella.
Brown menyebut kehadiran Lambiase sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan operasi tim. Pengalaman dan kapasitas yang dimiliki Lambiase dinilai bisa memberi nilai tambah besar bagi McLaren, terutama dalam merapikan sisi teknis dan operasional di level elite.
F1 Makin Bergerak Dinamis
Pergerakan ini ikut menggambarkan betapa cairnya lanskap Formula 1 dalam beberapa tahun terakhir. Pergeseran nama-nama besar di jajaran manajemen menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga di belakang layar. Jika prediksi Brown soal Horner benar, dan McLaren benar-benar mengamankan Lambiase, maka dua figur penting dari era berbeda bisa sama-sama ikut membentuk arah baru F1.
Seperti dilaporkan dari pernyataan Zak Brown, dinamika semacam ini membuat Formula 1 tetap hidup: penuh manuver, penuh kalkulasi, dan selalu menyisakan ruang bagi kejutan besar.





