JAKARTA — Sindikat pencurian dengan modus ganjal ATM yang dibongkar polisi ternyata bukan pemain baru. Kelompok ini disebut sudah tujuh kali beraksi di sejumlah daerah, termasuk Jakarta Timur, sebelum akhirnya ditangkap setelah menjalankan aksinya di sebuah gerai ritel modern di Cipayung.
Beraksi di Sejumlah Daerah
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, mengatakan para pelaku yang diamankan memiliki pengalaman dalam kejahatan serupa. Salah satu di antaranya bahkan merupakan residivis kasus sejenis dan pernah menjalani hukuman di Magelang, Jawa Tengah.
Selain di Jakarta Timur, komplotan ini juga diketahui menjalankan aksinya di Cilegon serta beberapa wilayah di Jawa Tengah. Polisi menyebut pola kejahatan mereka dilakukan berulang dengan sasaran yang dipilih secara terencana.
Beragam Peran dalam Satu Aksi
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku tidak bekerja sendiri-sendiri tanpa pembagian tugas. Ada yang bertugas memasang alat pengganjal pada mesin ATM, ada yang mengintip nomor PIN korban, dan ada pula yang mengambil alih kartu ATM setelah korban kesulitan menggunakan mesin.
Setelah kartu berhasil dikuasai, isi rekening korban kemudian dikuras. Modus ini membuat korban kerap baru menyadari kehilangan saat saldo sudah berkurang atau rekening sudah tidak aman lagi.
Ditangkap Usai Aksi di Cipayung
Keempat pelaku akhirnya ditangkap di wilayah Jatisampurna, Bekasi, tak lama setelah melakukan pencurian di Cipayung. Penangkapan itu menjadi titik awal pengungkapan rangkaian aksi mereka di berbagai lokasi.
Polisi kini masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat serta lokasi tambahan yang pernah menjadi sasaran sindikat tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik melihat ada pola kerja yang konsisten dan menunjukkan bahwa kelompok ini sudah lama bergerak.
Berdasarkan keterangan Polres Metro Jakarta Timur, pengembangan perkara masih terus dilakukan untuk mengungkap sejauh mana jejaring para pelaku bekerja dan apakah masih ada korban lain yang belum melapor.





