Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat setelah video pemalakan terhadap pedagang bubur di Tanah Abang ramai di media sosial. Tiga orang terduga pelaku kini sudah diamankan polisi, sementara penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang membuat warga sekitar resah.
Tiga Terduga Pelaku Diamankan
Kasus ini terjadi di Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapolsek Metro Tanah Abang Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, tiga orang berinisial TDT, DA, dan OP telah ditangkap usai polisi menerima informasi pada Kamis malam terkait dugaan pemerasan di sebuah warung kopi.
Menurut keterangan awal korban, para pelaku diduga meminta uang “jatah keamanan” sebesar Rp300.000. Ancaman yang disebutkan dalam laporan itu membuat kasus ini menjadi perhatian serius aparat. Video yang beredar di media sosial kemudian memperkuat sorotan publik terhadap aksi tersebut.
Korban Mengaku Diancam dengan Senjata Tajam
Tak hanya menekan secara verbal, para pelaku juga diduga melontarkan ancaman akan menusuk jika permintaan uang tidak dipenuhi. Dari hasil penelusuran awal, sasaran pemerasan disebut mencakup pedagang bubur dan sebuah warung kopi di kawasan itu.
Polisi menyita senjata tajam yang diduga terkait dengan kejadian tersebut. Barang bukti itu kini menjadi bagian dari pemeriksaan untuk memastikan peran masing-masing terduga pelaku dalam peristiwa yang sempat memicu keresahan warga sekitar.
Hasil Tes Urine dan Proses Hukum Berlanjut
Ketiga terduga pelaku kini berada di Mapolsek Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil tes urine, mereka disebut positif mengandung Metamphetamine, sehingga polisi juga membuka kemungkinan adanya kaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Dhimas menegaskan, tindakan pemerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan karena mengganggu rasa aman masyarakat. Ia memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku, sementara penyidik masih mengembangkan kasus untuk mengungkap detail lengkap di balik aksi pemalakan tersebut.





