Thierry Neuville pulang dari Rally Croatia dengan rasa pahit yang sulit disembunyikan. Juara dunia WRC 2024 itu sejatinya sudah berada di jalur kemenangan pertamanya musim ini, bahkan sempat unggul lebih dari satu menit. Namun, satu kesalahan di etape terakhir berujung fatal: Hyundai i20 N miliknya mengalami kerusakan besar dan Neuville terpaksa mundur dari persaingan.
Keunggulan Besar yang Hilang di Etape Penentu
Neuville tampil meyakinkan sepanjang reli dan berada di posisi sangat nyaman sebelum memasuki penutup lomba. Sayangnya, momen yang seharusnya menjadi formalitas justru berubah menjadi bencana. Insiden di etape terakhir membuat mobilnya tak bisa melanjutkan balapan, dan peluang menang pun lenyap seketika. Situasi itu membuka jalan bagi Takamoto Katsuta dari Toyota untuk merebut kemenangan dalam akhir yang dramatis.
Neuville Janji Bangkit Bersama Wydaeghe
Usai kejadian tersebut, Neuville tak menutupi kekecewaannya. Ia mengaku terpukul karena hasil yang sudah di depan mata justru melayang di saat terakhir. Meski begitu, ia menegaskan tidak akan larut terlalu lama dalam kegagalan itu. Bersama co-driver Martijn Wydaeghe, Neuville berjanji kembali lebih kuat pada kesempatan berikutnya.
Hyundai dan Katsuta Sama-sama Merasakan Tekanan Reli
Di sisi lain, Hyundai memang sangat membutuhkan kemenangan setelah awal musim yang sulit. Meski target utama gagal tercapai, tim setidaknya masih bisa membawa pulang hasil lewat Hayden Paddon yang finis ketiga. Sementara itu, Katsuta menyebut dirinya turut bersimpati pada nasib Neuville. Ia menilai reli selalu menyimpan ketidakpastian dan mengingatkan bahwa mental untuk bangkit sama pentingnya dengan kecepatan di lintasan. Kemenangan ini juga membuat Katsuta mencatat sejarah sebagai pembalap Jepang pertama yang memimpin klasemen WRC.





